Kelabui Polisi, Simpan Sabu di Arloji, Ketahuan, Ditangkap – FAJAR sulsel
News

Kelabui Polisi, Simpan Sabu di Arloji, Ketahuan, Ditangkap

narkoba-1

PALOPO — Terdakwa narkoba satu ini makin nekat. Saat konsentrasi polisi fokus ke pengamanan massa, ia melakukan transaksi sabu dengan seorang kurir. Bungkus rokok yang isinya sabu diselipkan ke sel PN. Berhasil. Karena takut tercium polisi, sabu disimpan di jam tangan. Namun, akhirnya ketahuan dan ditangkap.

PN Palopo memang banjir pengunjung, Rabu 14 Desember 2016. Massa dari korban dan terdakwa cabul bertemu. Terdakwa cabul tidak lain adalah oknum pejabat. Aparat keamanan berjaga-jaga. Antisipasi terjadi tawuran.

Di tempat lain, ada terdakwa kasus narkoba bermain mata dengan pengunjung sidang. Saat polisi sibuk mengamankan massa, pemuda yang diketahui bernama Dimas menyodorkan bungkus rokok ke dalam sel tahanan melalui jeruji besi. Setelah itu, Dimas langsung angkat kaki.

Akbar Ali, 21 tahun, terdakwa narkoba. Ia adalah warga Jalan Tandipau. Ia langsung mengambil bungkus rokok yang disodorkan oleh Dimas. Setelah menerima bungkus rokok, Akbar lalu mencari tempat aman di dalam sel itu.
Bungkus rokok dibuka. Ada 1 saset sabu-sabu diduga beratnya hampir 1 gram. Jam tangan berwarna hitam dilepas dari tangannya. Belakangnya dibuka, 1 saset SS disimpan di situ. Sudah itu ditutup kembali.

Rabu 14 Desember 2016, sekira pukul 18:55 Wita, 31 tahanan Kejaksaan Negeri Palopo yang menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Palopo sudah dikembalikan ke Lapas Klas II A Palopo. Aparat kepolisian mengawal dari depan dan belakang mobil tahanan.

Seperti biasa, sebelum masuk ke sel masing-masing, para tahanan diperiksa oleh petugas lapas. Seorang petugas lapas memerhatikan Akbar. Petugas lapas ini curiga. Pasalnya, Akbar selama ini tidak pernah memakai jam tangan. Namun setelah pulang dari pengadilan sudah memakai jam tangan.

Dari kecurigaan itu, petugas lapas lalu memeriksa jam tangan yang dipakai oleh Akbar. Anehnya, ternyata jam tangan itu tidak berfungsi. Makin curiga, petugas lapas meminta Akbar untuk melepaskan jam tangan itu.

Saat dibuka, ternyata di dalamnya berisi 1 paket sabu-sabu. Makin kaget lagi, ternyata benda yang disangka jam tangan adalah handphone berbentuk jam tangan. Ada tempat penyimpanan memori dan kartu di jam tangan itu. Ada juga kamera pada sisinya. Diduga handphone berbentuk jam tangan adalah merek Cina.

Petugas lapas kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kepala Lapas Klas IIA Palopo, Kusnali. Informasi itu kemudian dilanjutkan ke Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud. Esoknya, Kamis 15 Desember 2016, pagi, kasat narkoba bersama anggotanya tiba di lapas.

Di Lapas, Akbar dicecar pertanyaan. Diapun mengaku. 1 paket sabu-sabu adalah pesanan dari Fikri, 20 tahun, warga Salotellue. Fikri merupakan napi kasus narkoba yang divonis selama 4 tahun dan 3 bulan penjara.

Dua pemuda ini digiring ke Mako Polres Palopo guna penyelidikan lebih lanjut. Di ruang Satnarkoba, Akbar mengaku tengah menjalani sidang agenda pembacaan tuntutan. Hanya saja, tuntutan yang seharusnya dibacakan oleh JPU Kejari Palopo, Aisyah SH ditunda. Akbar sendiri didakwa kasus narkoba. Kasus Akbar ditangani oleh majelis hakim diketuai Raden Nurhayati SH.

“Saya disuruh Fikri,” aku Akbar.
Fikri tidak menampik tudingan Akbar. Fikri mengaku sedang kesakitan. Badannya sakit semua. Makanya meminta bantuan Akbar untuk mengambil titipan sabu-sabu dari lelaki bernama Dimas. Menurut Fikri, sabu-sabu itu berasal dari Makassar. Fikri sendiri baru tiga bulan lalu dijatuhi vonis hukuman badan dari majelis hakim.

Entah bagaimana cara Fikri melakukan kontak dengan orang yang berada di Makassar agar bisa dikirimi sabu-sabu.
Menurut pengakuan Fikri, dirinya dihukum badan selama 4 tahun dan 3 bulan oleh majelis hakim diketuai Beauty Elisabeth. “Saya dulunya hanya dituntu selama 2 tahun oleh JPU Risal Manaba,” ketusnya sambil terus menutup muka dan sesekali memandang.

Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud, melalui Kaur Bin Ops Narkoba, IPDA Langkaryanto, mengatakan, dari hasil introgasi, transaksi itu dilakukan sekira pukul 15:30 Wita, di ruang tahanan PN Palopo.

“Salah satu tersangka menyuruh seseorang menemui Akbar untuk diberikan sabu-sabu. Kejadiannya di areal PN Palopo. Saat itu tersangka Akbar menunggu sidang di PN Palopo,” ucapnya.

Atas kejadian itu, kedua pelaku diancam hukuman hingga 20 tahun penjara dengan Pasal 114 UU No.35 Tahun 2009.
Terpisah, Kepala Lapas Klas IIA Palopo, Kusnali, yang juga dimintai keterangannya, mengatakan, Rabu 14 Desember 2016, pihak Kejari Palopo meminta 42 tahanan untuk disidangkan. 17 di antaranya adalah tahanan kasus narkoba.

“Mereka dijemput dengan dua kendaraan tahanan,” ujarnya.
Itu sekitar pukul 11:00 Wita. Lalu, sekitar pukul 15:10 Wita, ada 11 orang dipulangkan. Rombongan pertama ini tidak ada temuan. Lalu, pukul 18:55 Wita, 31 tahanan dipulangkan. Nah, dari 31 tahanan ini ada seorang yang didapati membawa sabu-sabu.

”Sabu-sabu itu disembunyikan di dalam handphone berbentuk jam tangan,” paparnya.
Setelah ada laporan dari anggota, ia langsung menginformasikan kepada kasat narkoba. ”Dan pagi tadi (baca kemarin pagi, red) dua pelaku dijemput oleh Satnarkoba,” ungkap Kusnali.

Kasat Sabhara Polres Palopo, AKP Sanodding, mengatakan, ada 10 personil polisi yang melakukan pengawalan terhadap tahanan tersebut. Hanya saja, hari Rabu, kondisi keamanan di PN Palopo cukup menegangkan.

“Sangat ramai. Ada kasus pejabat cabul yang disidang. Masing-masing membawa massa. Baik dari pihak korban maupun dari terdakwa. Kita antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata kasat Sabhara.
Saat itu ada 10 anggota Sabhara, dibantu anggota Intel dan personil Polsek Wara. Mulai siang hingga sore hujan turun dengan lebatnya. Massa tidak bubar dan berkumpul di pengadilan hingga hujan mereda menjelang magrib.

“Saya baru tahu kalau ada tahanan yang melakukan transaksi narkoba. Karena saat itu, aparat kepolisian fokus melakukan pengamanan. Kondisi di pengadilan cukup padat. Kita antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diingankan,” tandasnya.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top