Membunuh, 3 Warga Walmas Dituntut 15 Tahun – FAJAR sulsel
News

Membunuh, 3 Warga Walmas Dituntut 15 Tahun

*Keluarga Korban Berteriak Tak Puas

PALOPO — Kasus pembunuhan yang terjadai di Desa Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu Utara, bergulir lagi di Pengadilan Negeri Palopo, Kamis 15 Desember kemarin. Tiga terdakwa asal Walenrang-Lamasi (Walmas) masing-masing Ferry Chapry alias Appi, Idil bin Tobba, dan Hamrullah alias Ambung dituntut 15 tahun penjara.

Seperti biasanya, suasana sidang tampak tenang selama berjalan, kendatimassa korban memadati ruang sidang. Ketika sidang sudah ditutup, massa keluar secara beriringan. Tetapi beberapa massa dari keluarga korban berteriak tidak puas karena tuntutan jaksa masih ringan.
Massa juga menuju ke ruang sel tunggu tahanan dan meneriaki ketiga terdakwa dengan berbagai macam cemoohan. Namun selang kemudian massa yang berjumlah sekitar 50-an lebih orang meninggalkan pengadilan dan kembali pulang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christofel H. Mallaka SH menyebutkan bahwa tuntutan terdakwa mengacu pada Pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Yang mana atas perbuatan ketiga terdakwa baik terdakwa pertama, kedua dan ketiga telah mengakibatkan korban Danit Sudirman Alias Ontin (17) dan Saipul Alias Acong (21) meninggal dunia. “Perbuatan terdakwa yakni menghilangkan nyawa seseorang,” kata Jaksa.

Hal yang memberatkan para terdakwa karena perbuatannya meresahkan masyarakat, serta melakukan pembunuhan kepada korban dengan cara membabi buta. Sedangkan untuk hal yang meringankan tidak ada.
Usai dibacakan tuntutannya, para terdakwa mendapat pertanyaan dari majelis hakim yang diketuai, Beauty D. Simatauw, SH didampingi Mahir Sikki ZA, SH dan Raden Nurhayati, SH. Hakim menanyakan soal pengajuaan pembelaan atas tuntutan yang diberikan jaksa, namun ketiga terdakwa memohon agar tuntutannya diringankan.

Sementara itu, penasehat hukum ketiga terdakwa juga memohon agar kliennya dihukum seadil-adilnya. Pasalnya, terdakwa sangat menyesali perbuatannya.
Sidang akan kembali dilanjutkan pada tanggal 5 Januari 2017 untuk mendengarkan putusan dari Majelis Hakim.

Diketahui, pembunuhan dua remaja tersebut warga Desa Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, terjadi Senin 22 Agustus 2016 lalu, sekitar pukul 23.45 Wita. Keduanya dibunuh oleh temanya sendiri, yang tak lain tiga terdakwa tersebut.

Kejadian bermula saat ketiga terdakwa sedang duduk bersama di tribun Lapangan Batusitanduk. Tak lama berselang, kedua korban datang menghampiri menggunakan sepeda motor dan menegur salah seorang terdakwa yang dikenalnya. Korban memegang pundak terdakwa. Namun, lantaran pelaku dikuasai minuman keras tidak terima perlakuan korban dan langsung menghunuskan badiknya ke tubuh korban.

Korban yang menerima tusukan berusaha lari, namun dikejar oleh terdakwa yang kembali menghujamkan badiknya yang kena belakang korban dan jatuh tersungkur ke tanah. Ketiga terdakwa usai melakukan aksinya dan melihat kedua korban terkapar bersimbah darah, lalu kabur meninggalkan lokasi kejadian. Kedua korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, namun naas akibat luka yang cukup parah membuat nyawa keduanya tak dapat diselamatkan. Sampai akhir, ketiga terdakwa tersebut diringkus polisi. (rp1/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top