Bawang Merah Paling Melonjak – FAJAR sulsel
News

Bawang Merah Paling Melonjak

Sembako-Naik-3

Harga di Pasar

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok fluktuatif jelang akhir tahun. Pantauan pada sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar, seperti Pasar Bontoduri dan Pasar Pa’baeng-baeng harganya bervariatif.

Terdapat beberapa bahan pokok yang naik dan ada yang turun. Kenaikan paling drastis yakni bawang merah naik dari Rp36.600 menjadi Rp45 ribu. Itu berarti ada kenaikan sekira Rp6.400 per liter.

Tepung Terigu Rp11.000 naik Rp12.000 Per liter. Sedangkan cabai merah keriting dari harga sebelumnya Rp29.000 sekarang mengalami kenaikan menjadi Rp35.000, dan tomat dari harga sebelumnya Rp7.000 menjadi Rp8.000 per liter.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, Hadi Basalama menjelaskan, naik turunnya harga merupakan sesuatu sangat wajar dan biasa.

Sedangkan harga komoditi yang turun yakni gula pasir dari Rp450.000 menjadi Rp436.000, minyak goreng curah dari Rp350 ribu turun menjadi Rp338.000, cabai merah besar Rp18.000 mengalami penurunan Rp10.300, cabai rawit hijau Rp10.600 menjadi Rp10 ribu bawang putih Rp35.000 turun Rp33.650

“Tetapi yang terjadi saat ini, kenaikan harga masih dalam toleransi. Suplai juga masih aman, harga fluktuatif itu wajar, karena memang masanya,” ungkap Hadi, Jumat (16/12/16).

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel, sebelumnya sudah menggelar pertemuan, untuk mengantisipasi lonjakan harga dan inflasi pada akhir tahun.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wiwiek Sisto Hidayat saat pertemuan itu digelar menjelaskan, jelang hari besar, biasanya ada kecenderungan kenaikan inflasi, baik dari folotel food maupun yang lain, tetapi dalam kaitannya dengan pengendalian inflasi daerah, TPID akan lebih fokus pada bagaimana mengendalikan folotel food.

Menurutnya, terdapat beberapa komoditas yang memiliki tendensi untuk naik, seperti cabe merah, cabe rawit, bawang merah, gula, kedelai, telur ayam, daging sapi dan sebagainya.

“Sebab itu kita bahas semua, kemungkinan kerja sama antar daerah. Antara daerah surplus dan defisit, sehingga barang hasil produksi satu tempat tidak dijual keluar dari Sulsel, tapi dijual dizonanya dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang Pasar Pa’baeng-baenr, Jumardin mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya menjelang tahun baru dan Natal memang terjadi fluktuasi harga. Ada yang mengalami kenaikan, ada pula turun.

Namun, dari sekian banyak komoditi yang naik, bawang merah yang mengalami kenaikan drastis. Hal itu disebabkan pasokan dari daerah atau impor dari daerah lainnya berkurang. Kemungkinan besar disebabkan karena adanya gagal paneng sehingga pasokan berkurang. “Akibatnya terjadi kenaikan harga,” ujarnya. (eky-her)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top