Rombongan Kunker Komisi VII DPR RI Mengaku Kecewa – FAJAR sulsel
News

Rombongan Kunker Komisi VII DPR RI Mengaku Kecewa

IMG-20161217-WA0018

MAKASSAR, UPELS.co.id — Rombongan Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi VII DPR RI ke Sulawesi Selatan mengaku kecewa. Pasalnya bersamaan dengan kunjungan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) memiliki acara di luar, sehingga tidak sempat menemui tamunya, pukul 09.30 WITA, Sabtu (17/12/16).

Rombongan Komisi VII DPR yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan itu tiba di kantor gubernuran pukul 10.30 WITA dan diterima Kepala Bappeda Sulsel Djufri Rahman.

Rombongan Komisi VII DPR RI ke Sulsel didampingi mitra kerja dari Jakarta seperti pihak Kementerian ESDM, SKK Migas PLN, BPPT, LIPI, Kementerian KLHK, Kemenristek Dikti, dan Pertamina.

Tujuan utama Komisi VII DPR ingin membantu Gubernur mengembangkan potensi energi yang belum dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Sulsel.

“Kita ke sini padahal ingin membantu Pak Gubernur. Kita jauh dari Jakarta, bahkan saya dan Pimpinan Rombongan (Ketua Komisi VII DPR RI) Gus Irawan meninggalkan dapil masing-masing agar persoalan yang dilaporkan masyarakat Sulsel ke kita, bisa dibahas bersama-sama,” kata Anggota Komisi VII DPR Totok Daryanto.

Totok yang juga Wakil Ketua Baleg DPR ini mengungkapkan, sikap Gubernur Sulsel itu telah melanggar atau bertentangan dengan UU MD3. Alasan itu, ia berencana akan melaporkan SYL ke pimpinan DPR RI, bahkan ke Presiden.

“Saya akan laporkan ini ke Pimpinan Dewan (DPR RI) hingga ke Presiden, karena sikap Gubernur Sulsel ini tak sesuai Undang-undang MD3. Kalau ini dibiarkan pemimpin di daerah tak hanya melecehkan DPR tapi juga nanti bisa-bisa Presiden diberlakukan seperti ini,” kata politisi PAN ini.

Politisi asal Dapil Jawa Timur V ini berharap, jika Gubernur Sulsel hadir pada kesempatan itu, segala sesuatu dibahas dan langsung dicari solusi secara bersama-sama. Jika rapat tetap dilakukan tanpa ada kepala daerah yang bersangkutan, lanjutnya, rapat yang dilakukan kurang mengakomodir kepentingan rakyat seperti disampaikan ke DPR RI.

“Kita ingin bantu, kalau pak Gubernur tidak ada bagaimana? Padahal, yang mengambil kebijakan dari apa yang kita bahas nanti ya Gubernur, bukan kita-kita. Kita di sini hanya ingin membantu mengurai persoalan yanga ada di Sulsel,” jelas Totok.

“Karena itu, saya merasa kecewa. Kita datangi kantornya, malah pak Gubernur tidak ada. Jangankan Gubernur Sekda saja tidak ada, hanya pak Bappeda yang mewakili, menerima kita. Ini tedak etis,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR asal Dapil Sulsel II Andi Jamaro Dulung. Bahkan dengan tegas Andi mengaku sikap SYL pada rombongan Komisi VII, tidak sesuai budaya Bugis Makassar.

“Saya juga kecewa, orang Bugis Makassar itu sangat menghargai tamu. Ini kok ada tamu malah ditinggalkan. Ini tidak bisa dicontoh, karena kita di Bugis Makassar itu sangat menghormati tamu,” kata Andi yang juga Tokoh Sulawesi Selatan di Jakarta ini. (lintasparlemen.com)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top