Suka Nonton CHIPS, Terobsesi Jadi Polisi – FAJAR sulsel
News

Suka Nonton CHIPS, Terobsesi Jadi Polisi

Kombes Pol Dicky Sondani SIK, MH, Kabid Humas Polda Sulsel

Santun, tegas dalam bertindak, humanis dan dicintai masyarakat harus selalu dimiliki setiap polisi. Seperti sosok Kombes Pol Dicky Sondani yang memang sejak kecil sudah bercita-cita jadi polisi. Cita-citanya jadi Korps Bhayangkara itu, berawal dengan suka nonton film tentang polisi.

Film perpolisian yang digemarinya adalah Chips dan Hawaii Five-o. Film Hawaii Five-0 itu, adalah drama prosedural polisi asal Amerika dan merupakan hasil imajinasi ulang dari serial asli yang tayang pada tahun 1968–1980. “Cita-cita jadi polisi memang dari sejak kecil. Karena dulu suka nonton film CHIPS yang dibintangi Erik Estrada dan HAWAII FIVE-O.

Film itu menceritakan prosedural polisi asal Amerika, ” ucap Dicky. Dicky menceritakan, film tersebut diceritakan sebuah unit elit polisi negara/gugus tugas yang ditugaskan untuk memerangi kejahatan di negara bagian Hawaii. Film tersebut pun kata Dicky, membuatnya terobsesi jadi anggota polisi.

Setelah mengikuti jenjang pendidikan mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), Dicky pun masuk Akademi Kepolisian (Akpol) untuk mewujudkan cita-citanya. Pria kelahiran Bengkulu 18 Agustus 1971 ini, lulus Akpol 1993.

“Setelah lulus Akpol 1993, saya melanjutkan perguruan tinggi di PTIK dan lulus 2004. Kemudian melanjutkan pendidikan di Pasca Sarjana UI dan selesai 2006, ” kata Dicky. Selanjutnya kata dia, dirinya masuk Sespim 2009. Dicky juga mengaku telah mengikuti kursus PIVM Apeldoorn Nederland, Counter Terrorism IALEA di Bangkok dan Management JICA di Tokyo.

Setelah jadi polisi, Dicky Sondani selalu loyalitas dan memperlihatkan dedikasinya yang begitu tinggi. Atas profesionalitasnya, Ia pun mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas dan menduduki jabatan strategis. Pertama, Kapolsek Kebayoran Baru Polda Metro Jaya dan Kasubdit Regident Lantas Polda Aceh.

“Saya juga pernah tugas sebagai Kapolres Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tamiang, Kabid Propam Polda Banten. Sebelum Kabid Humas Polda Sulsel, saya dipercakan terlebih dulu menjabat Dir Sabhara Polda Kepri,” akunya. Sebagai abdi negara dan masyarakat , Dicky mengaku selalu siap ditugaskan dimana saja untuk bisa menjadi pelindung, pengayom dan melayani masyarakat. (Jay/hms)

Inginkan Media Jadi Teman Polisi

Kehadiran media baik cetak maupun elektronik di tengah masyarakat saat ini, masih sangat dibutuhkan. Karena, media tidak lepas dari pemberi informasi kejadian atau peristiwa yang terjadi di Makassar khususnya Sulsel.

Dengan kehadiran media di tengah-tengah masyarakat, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani SIK, MH yang baru menggantikan Kombes Pol Frans Barung Mangera menginginkan, polisi dan media harus menjadi teman. “Polisi dan media harus berteman.

Media berfungsi memberikan informasi kepada masyarakat dan polisi berfungsi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Sehingga keduanya harus saling bersinergi, ” harap Dicky.

Mantan Kapolres Aceh Tengah ini menilai, media sangat berperan penting menciptakan suasana keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Sehingga, kehadiran media di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan. “Dalam hal pemberitaan mari kita kerja sama dengan baik. Kami menginginkan bagaimana berita tersebut, khusus menyangkut kepolisian bisa disajikan dengan baik di masyarakat. Agar masyarakat menerimanya positif, ” ucap mantan Dir Sabhara Polda Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut perwira tiga bunga ini, polisi dan media harus saling bersinergi menciptakan suasan yang kondusif. Apalagi yang mengenai SARA. Pihaknya menginginkan, jika ada kasus yang bersifat SARA, jangan dipublikasikan ke publik. “Media bisa memberikan informasi kepada masyarakat apa yang terjadi di kepolisian. Tapi, kami minta agar kasus yang bersifat SARA, jangan diberitakan mentah-mentah. Setidaknya bisa dipilah-pilah,” cetusnya.

Apalagi saat ini lanjutnya, di tengah-tengah masyarakat dihadapkan dengan berbagai problem atau masalah. Disini kata dia, polisi dan media harus bisa bersinergi untuk memberikan informasi yang poisitif dengan masyarakat lainnya. “Kami pun selalu berupaya untuk memberikan informasi kepada media yang bersifat positif. Khususnya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelas mantan Kepala Bidang Profesi Pengamanan (Kabid Propam) Polda Banten ini. (Jay/hms)

Masyarakat Harus Bijak Gunakan Media Sosial

Berkembangnya teknologi saat ini kerap dijadikan tempat untuk menyebarluaskan informasi. Teknologi dengan berbagai macam jejaring sosial, akhir-akhir ini menimbulkan banyak peristiwa yang terjadi.

Baik dari segi penghinaan maupun lainnya. Menyikapi maraknya kasus-kasus yang terjadi akibat para pengguna jejaring sosial, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani SIK, HM mengaku, sangat prihatin dengan ulah para pengguna media sosial yang tidak memikirkan dampak sosialnya. Seperti misalnya kata Dicky, menyebarluaskan informasi yang tidak benar atau hoax.

Hal itu tentu berdampak negatif dengan masyarakat. Olehnya itu, Dicky meminta agar masyarakat harus menggunakan media sosial itu sebaik mungkin. “Dengan adanya informasi bersifat hoax yang menyebar melalui jajaring sosial jangan disebarkan melalui media lagi, mohon dikonfirmasi dulu. Apakah berita itu benar atau tidak, ” terangnya.

Dicky mengakui, jejaring sosial atau media sosial memang kerap dijadikan masyarakat luas untuk menyebarkan informasi. Sebaiknya, informasi yang disebarkan ditengah-tengah masyarakat itu yang bersifat positif dan benar adanya. “Agar masyarakat tidak bingung. Jadi jangan ada berita bersifat hoax. Sebarkan informasi yang positif dan bersifat membangun. Jangan menyebarluaskan informasi yang menjatuhkan orang lain, ” harapnya.

Lebih jauh Dicky mengatakan, pihaknya selaku Kabid Humas Polda Sulsel, meminta media atau wartawan selalu konfirmasi terlebih dahulu, jika menemukan informasi melalui sosial media. Jangan langsung dipublikasikan begitu saja. “Bisa rekan-rekan jurnalis konfirmasi dulu kepada saya. Jangan langsung dishare informasi itu melalui berita. Misalnya kalau ada informasi di daerah. Jika ada rekan-rekan yang akan menanyakan kasus bisa langsung ke saya,” ujarnya.

Apalagi lanjut Dicky, menjelang tahun baru, biasanya tingkat penggunaan media sosial meningkat. Olehnya itu, mari menjaga Makassar khususnya Sulsel, dari informasi-informasi yang bersifat negatif. “Polisi juga pasti tingkatkan pengamanan jelang tahun baru. Namun begitu, masyakarat juga harus bisa saling bekerjasama menjaga keamanan agar tetap kondusif, ” harapnya.(Jay/hms)

DATA DIRI

Nama : Kombes Pol Dicky Sondani SIK, MH

TTL : Bengkulu, 18 Agustus 1971

Pendidikan:

– Akpol 93 – PITK (2004) – Sespim (2009) – Pasca Sarjana UI (2006) – Kursus PIVM Apeldoorn Nederland, Counter Terrorism IALEA Bangkok, – Manajement JICA Tokyo.

Penugasan:

– Kapolsek Kebayoran Baru Polda Metro Jaya – Kasubdit Regident Lantas Polda Aceh – Kapolres Aceh Tengah – Kapolres Aceh Tamiang – Kabid Propam Polda Banten – Dir Sabhara Polda Kepri – Kabid Humas Polda Sulsel

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top