Syahrul: Jaga Persatuan Pemuda – FAJAR sulsel
News

Syahrul: Jaga Persatuan Pemuda

GUN_4787

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku sedih dengan adanya dualisme kepemimpinan dalam tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Ia pun menyerukan kepada para kader untuk senantiasa menjaga persatuan dan keutuhan KNPI. Hal ini dikarenakan adanya sejumlah oknum yang ingin memecah belah KNPI.

“KNPI adalah laboratorium kader yang harus dijaga. Perbedaan memang biasa, namun dengan pendekatan akademik, mari duduk satu meja untuk menyelesaikan persoalan. Tidak boleh ada ego dan jalan sendiri,” tegas Syahrul saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XIV KNPI Sulsel, di Hotel Singgasana, Jumat (16/12/16).

Negara ini, lanjut Syahrul, terancam tantangan baru. Dimana, era yang memiliki kecanggihan teknologi yang bisa mencabik kehidupan bangsa karena berawal dari perpecahan kecil. “Ini milik kalian, suka atau tidak, siapapun kamu besok punya tanggungjawab terhadap negara ini. Di negara tropis di tengah-tengah khatulistiwa adalah negara yang paling kaya koleksi.

Negara kita, negara kamu dan saya,” ungkapnya. Syahrul juga mengingatkan kepada seluruh kader KNPI, tidak boleh ada pecah organisasi, profesi atas nama ekonomi pecah. “Ini perlu diingatkan pada semua orang atas nama bangsa. Saya serius mengingatkan ini. Tugas saya adalah sebagai pengawas warisan bangsa dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Sulsel, Mizar Rahmatullah Roem mengakui jika saat ini KNPI Sulsel tengah mengalami zaman kembar (dualisme), akan tetapi dirinya tetap berharap KNPI Sulsel terus berkarya untuk bangsa. “Tetapi memang mungkin seperti kata Karmin di tulisannya bahwa sekarang eranya zaman kembar Mayang, tetapi hari ini saya mengatakan boleh kembar tetapi serupa, tetapi tidak sama. Kita berorganisasi tentunya dengan semangat perjuangan yaitu ingin mengabdi ingin berbuat ingin berkarya dengan ikhlas,” ujarnya.

Mizar menegaskan, untuk apa berorganisasi kalau tidak mentaati asas organisasi. Menurut dia, pengabdian KNPI bukanlah karena imbalan ataupun memiliki badan politik.”Kita mengabdi bukan karena sebuah imbalan atau fisik politik, tetapi murni keikhlasan untuk berkarya dan berbuat untuk Sulsel dan Indonesia,”ungkapnya. Sekadar diketahui, dalam Musda KNPI Sulsel kali ini terdapat tiga kandidat yang akan bertarung, yakni Nurkanita Maruddani, Andi Sugeng Sapta Aji Mappanyompa dan Imran Eka Saputra.(and/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top