Anggaran Kesehatan Terancam Dikembalikan – FAJAR sulsel
News

Anggaran Kesehatan Terancam Dikembalikan

Seken-1

*Jumlahnya Mencapai Miliaran Rupiah

BELOPA — Pelayanan kesehatan merupakan pelayanan yang bersentuhan langsung ke masyarakat, tidak heran jika pemerintah pusat memberikan porsi anggaran yang cukup besar dibidang kesehatan setiap tahunnya.

Tetapi sangat disayangkan miliaran rupiah anggaran kesehatan di Kabupaten Luwu tahun 2016 terancam kembali ke pusat.

Ketua DPRD Kabupaten Luwu Andi Abdul Muharrir saat melakukan peninjauan lapangan program fisik 2016 di Lanipa pekan lalu mengungkapkan, akhir tahun 2016 yang tersisa tinggal beberapa hari diharapkan mampu dimaksimalkan oleh Pemkab Luwu untuk menyerap anggaran diberbagai bidang, agar tidak menjadi kerugian buat daerah dimana anggaran tersebut kembali ke pemerintah pusat.

“Dari hasil evaluasi yang dilakukan jajaran legislatif ada beberapa sektor pembangunan yang progresnya belum optimal dan anggarannya terancam kembali ke pusat,” kata Andi Muharrir.

Salah satunya sektor pelayanan kesehatan, sebutnya. Ia amati banyak sekali kegiatan yang belum optimal direalisasikan dibidang kesehatan, dan jika hal itu tidak dioptimalkan maka anggaran kesehatan akan kembali ke pusat dan menjadi Silpa yang merugikan daerah.

Informasi yang dihimpun Palopo Pos menyebutkan, anggaran dibidang kesehatan yang saat ini belum dibelanjakan yakni belanja alat kesehatan sebesar Rp6 Miliar, belanja mobil ambulance 7 unit, belanja obat-obatan mencapai Rp6 Miliar dan belanja pelayanan untuk ibu bersalin yang mencapai Rp3 Miliar.

Masih informasi yang dihimpun Palopo Pos, banyaknya program fisik di Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu yang belum terserap diduga karena tidak adanya apratur sipil negara (ASN) dilingkup Dinkes Luwu yang berani menjabat PPK/PPATK dalam kegiatan fisik tersebut lantaran takut bermasalah hukum.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu dr Suharkimin Sumar, M.Kes dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinkes Luwu, H Azis SKM, M.Kes yang coba dikonfirmasi harian ini belum memberikan tanggapan. Saat handponenya dihubungi dalam keadaan aktif namun tidak diangkat.

Ketua Lembaga Intelektual Pemerhati Bangsa (Lintas) Kabupaten Luwu, Akbar Sunali, mengatakan, jika memang benar alokasi anggaran Dinas Kesehatan yang mencapai miliaran rupiah belum terserap, maka hal ini menjadi kerugian besar buat daerah, sekaligus menjadi indikator pembangunan dibidang kesehatan di Kabupaten Luwu belum optimal dilaksanakan.

“Alat-alat kesehatan dan mobil ambulance sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan di masyarakat. Jika hal itu tidak terealisasi ditahun ini berarti pelayanan kesehatan belum berjalan optimal, demikian pula belanja obat-obatan, jika memang belum terealisasi maka pertanyaannya adalah obat-obatan apa yang dipakai dokter untuk mengobati pasien selama tahun 2016? Atau selama tahun 2016 ini tidak ada orang yang sakit sehingga tidak ada resep obat yang diterbitkan dokter?” kata Akbar.(and/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top