Belanja Barang Turun Rp1 Triliun – FAJAR sulsel
News

Belanja Barang Turun Rp1 Triliun

DIPA 2017

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Belanja Barang dalam DIPA 2017 yang diserahkan kepada pemerintah daerah dan instansi vertikal kementerian/lembaga di Provinsi Sulsel, mengalami penurunan hingga Rp1 triliun lebih. Total belanja barang dalam DIPA 2016 mencapai Rp7,1 triliun, sedangkan 2017 hanya Rp6,1 triliun.

Penurunan juga terjadi pada belanja modal tahun depan yang turun sekitar Rp500 miliar. Dimana pagu belanja modal 2017 hanya Rp4,4 triliun, sedangkan tahun 2016 nilainya mencapai Rp4,9 triliun.

Adapun total DIPA 2017 yang diserahkan kepada pemerintah daerah dan instansi vertikal Kementerian/Lembaga di Provinsi Sulsel mencapai Rp17,6 triliun jumlah DIPA 834.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulsel, Alfiker Siringoringo mengungkapkan, rincian DIPA yang diserahkan tersebut, yakni kantor pusat dengan jumlah DIPA sebanyak 40 dan pagu sebesar Rp6,521 triliun, Kantor daerah sebanyak 721 DIPA senilai Rp10,060 triliun, Dekonsentrasi sejumlah 46 DIPA dengan pagu Rp270,70 miliar, Tugas Pembantuan sebanyak 27 DIPA dengan pagu Rp816,58 miliar.

“Berdasarkan jenis belanja, DIPA dibagi menjadi beberapa jenis belanja, yakni belanja pegawai dengan pagu Rp7,021 triliun, Belanja Barang Rp6,135 triliun, Belanja Modal Rp4,467 triliun, dan Belanja Bansos Rp54,429 miliar,” jelas Alfiker.

Selain DIPA, juga diserahkan dana transfer daerah dan dana desa 2017 sebesar Rp29,669 triliun, dengan rincian, dana bagi hasil pajak sebesar Rp863,064 miliar, Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam sebesar Rp282,577 miliar.

Sedang alokasi DAU sebesar Rp18,335 triliun, DAK Fisik sebesar Rp3,143 triliun, DAK non fisik sebesar Rp5,017 triliun, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp206,830 miliar, dan Dana Desa sebesar Rp1,820 triliun.

Dia mengakui, secara umum memang jumlah DIPA Sulsel 2017 mengalami penurunan dibanding DIPA 2016. Penyebabnya, tidak lepas dari kondisi ekonomi global yang tidak terlalu bagus, apalagi pendapatan saat ini mayoritas dari ekspor. Padahal pelemahan ekonomi global akan melemahkan impor negar tujuan ekspor.

Selain itu harga komoditi dunia juga turun, otomatis pendapatan nasional menurun. Sedangkan pengeluaran juga tidak boleh ditutup oleh hutang, otomatis belanja dikurangi.

Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meminta agar semua kabupaten/kota memaksimalkan penggunaan anggaran untuk pembangunan tahun depan, karena hal itu akan sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Saat pelemahan ekonomi ada perubahan struktur dan ini perintah dari pusat, belum lagi perubahan nomenklatur. Tidak boleh ada yang main-main untuk kepentingan rakyat,” tegasnya. (eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top