Bocah Perempuan Tewas Terseret Arus – FAJAR sulsel
News

Bocah Perempuan Tewas Terseret Arus

* Sabtu Rayakan Ultah ke-5, Sabtunya Juga Terpeleset ke Saluran Y Tando

PALOPO — Tragis nasib menimpa seorang anak di Pattene. Saat ibunya sedang jualan kue ke pasar, ia bermain dengan temannya di pinggir saluran Jalan Y Tando. Namun, kakinya mendadak terpeleset. Ia jatuh dan terseret derasnya arus air di saluran yang kedalamannya mencapai 1 meter lebih.

Kondisinya memprihatinkan. Tubuh kecilnya sudah dipenuhi lumpur. Ada darah keluar dari mulut. Wajahnya penuh luka. Diduga bekas benturan saat terseret arus, Sabtu 17 Desember 2016, pukul 13:00 Wita.

Namanya Nur Dwi Rahayu alias Rara, 5 tahun. Ia akrab disapa Rara. Baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-5 pada Sabtu 3 Desember 2016, lalu. Berselang 14 hari kemudian atau Sabtu 17 Desember 2016, lalu, Rara anak ke-7 dari 8 bersaudara pergi untuk selama-lamanya. Ia anak dari buah perkawinannya Abd Rahman dan Rahmatul Amin.

Rara saat itu mengenakan baju berwarna dasar hitam dengan corak putih. Bersama dua orang teman sebayanya, ia bermain hujan di dekat Masjid Nurul Q di Jalan Y Tando, Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara Utara.

Dua teman sebayanya bernama Kois dan Itto. Saat hujan lebat, mereka asyik main di atas pinggir saluran. Mendadak Rara jatuh ke got yang tidak terlalu besar. Tubuh kecilnya tidak mampu menahan arus air yang deras akibat hujan. Tangannya sempat diangkat tinggi-tinggi. Berusaha minta tolong. Dua temannya kaget melihat itu. Itto lari berteriak sambil mengabarkan kabar duka tersebut.

Saluran tempat korban jatuh lebarnya 1 meter. Kedalamannya 1,5 meter. Panjang saluran ini diperkirakan 150 meter. Di ujungnya, terdapat saluran air yang menganga dan lebarnya 3 meter. Letaknya di Kelurahan Salobulo. Aliran air di anak sungai ini fungsinya menghantarkan air dari saluran kecil yang meluap menuju sungai besar yang tembus muara di jalan lingkar. Sedangkan air di saluran Jalan Y Tando disebutkan berasal dari Lebang.

Sebenarnya, Awaluddin, masih sempat melihat Rara terseret air. Ia yang berjualan tepat di samping masjid tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, Rara sudah jauh terseret akibat air yang sangat deras. Awaluddin langsung berlari bersama warga sekitar untuk mengejar ponakannya itu. Namun tidak ketemu.

Sementara ayah dan ibu Rara Abd Rahman dan Rahmatul Amin tidak berada di rumah pada saat kejadian. Abd Rahman ditelepon oleh ponakannya pada saat dirinya pergi memjemput istrinya yang sedang berjualan kue di Pusat Niaga Palopo.

“Saya ditelepon ponakan saya kalau Rara jatuh ke got dan terseret arus, pada saat ditelepon saya sudah berada di Jalan Veteran menuju ke rumah,” papar Abd Rahman yang ditemui Palopo Pos dengan mata yang berkaca-kaca, Sabtu 17 Desember 2016, di rumahnya.

Sesampainya di rumah Abd Rahmad dibantu oleh warga langsung melakukan pencarian. Mulai dari masjid yang ada di Pattene hingga ke sungai bahkan sampai ke tepi muara jalan lingkar Palopo. Namun tidak menemukan Rara. Pukul 14:30 Tim SAR yang terdiri dari BPBD, Pemadam Kebakaran, dan PMI Palopo langsung melakukan penyisiran. Mulai dari TKP hingga ke tepi sungai dekat jalan lingkar Palopo.

Cuaca saat itu tidak bersahabat. Hujan deras dan air laut sedang pasang. Ini membuat Tim SAR kesulitan untuk mencari Rara. Hingga magrib, Rara masih belum juga ditemukan. Pencarian dihentikan. Sebelum ditarik, BPBD Palopo kembali menyisir lokasi dari sungai yang ada di Jalan Sungai Rongkong hingga ke TKP. Namun tidak juga menemukan Rara.

Menjelang salat isya, personil pemadam kebakaran kembali melanjutkan pencarian dengan pusat pencarian di sungai yang berada di belakang rumah pemotongan hewan Jalan Sungai Rongkong Palopo.

Alhasil, tubuh kecil yang terseret arus ditemukan di dekat lumpur.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Drs Rachmad, M.Si, mengatakan, sebanyak 38 personil yang diturunkan untuk mencari Rara dan dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menyisir hingga mulai dari TKP hingga ke Masjid Salobulo, tim kedua dari Rumah Pemotongan Hewan hingga ke arah laut atau jalan lingkar Palopo.

Pukul 20:40 Wita, akhirnya jazad Rara ditemukan oleh personil Damkar. Rara ditemukan sekitar 300 meter dari rumah pemotongan hewan.
Personil Damkar menemukan Rara di lumpur pinggir sungai dengan kedalaman hingga pusat orang dewasa atau sedalam 1,5 meter. Rara dalam kondisi darah keluar dari mulut dan terdapat luka di bagian wajah akibat terseret arus.

Rachmad menjelaskan, personil Damkar dan Penyelamatan yang beranggotakan delapan orang, memutuskan tetap melanjutkan pencarian dengan menyusuri alur Sungai Rongkong.

Jasad korban ditemukan 325 meter dari Jembatan Sungai Rongkong. Anggota bernama Zharbini pertama kali menemukan tubuh korban yang sudah tak bernyawa.

Ketika itu, personil Damkar menyisir lokasi penemuan. Kebetulan, air surut sekitar 40-50 centi meter. Saat berjalan di atas lumpur secara tiba-tiba jasad korban mengapung ke permukaan.

“Anggota Damkar Palopo, Zharbini langsung mengangkat jasad korban untuk selanjutnya dievakuasi ke rumah orangtuanya menggunakan mobil,” paparnya.

Korban saat ditemukan mengalami luka lecet dan lebam serta luka robek sekitar 4 cm pada dahi sebelah kiri. ”Dari mulut korban juga mengeluarkan darah,” terang Rachmad.(mg2-rhm/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top