Setelah Yasinan, Rara Akhirnya Ditemukan – FAJAR sulsel
News

Setelah Yasinan, Rara Akhirnya Ditemukan

RAHMATUL tak kuasa menahan sedihnya. Kedua matanya memerah. Air matanya tak henti-hentinya mengalir. Ia terus saja terisak. Anak-anaknya yang lain duduk disamping jenazah almarhumah Rara. Jenazah Rara sudah dikapani. Para tetangga dan kerabat berdatangan.

Suasana rumah duka sempat hening. Salah satu kerabat almarhumah berdiri memegang mikropon. Melalui pengeras suara, laki-laki itu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu menemukan mayat putrinya.

Pemerintah kecamatan, kelurahan, Damkar, dan BPBD tak henti-hentinya disebut. Dia sangat berterima kasih, aparat membantu pencarian mayat putrinya hingga malam. Meski saat itu gerimis masih mengguyur Kota Palopo.

Kata dia, seperti mukjizat. Lokasi tempat penemuan mayat Rara sebenarnya sudah berkali-kali dilalui. Bahkan dicari-cari. “Saya berdoa, semoga Allah memberikan kami petunjuk agar tubuh putri kami dapat ditemukan,” ujarnya.

Saat itu, dia sempat menuju jalan lingkar. Dia melihat air laut sudah naik. Diapun kembali berdoa kepada Allah SWT. Lalu, di tempat lain, seorang anggota Damkar, Zharbini tiba-tiba terperosok dalam lumpur.

Saat berusaha terlepas dari lumpur, tiba-tiba dia merasakan kakinya seperti terjanggal sesuatu. Penasaran, anggota damkar ini kemudian memeriksa. Astaga… ada baju anak-anak muncul. Diperiksa lagi, tangan korban kembali muncul. Mayat Rara ditemukan. Kondisinya begitu memprihatinkan. Kepala bocah berusia lima tahun ini seperti sudah terbentur benda keras.

Lain lagi cerita para tetangga. Seorang wanita berkerudung panjang, mengatakan, di rumah, orang tua Rara menunaikan salat magrib. Sesudah itu, dia kemudian mengambil Al-Quran dan mengaji surat Yasin. Usai mengaji, orang tua Rara lalu berdoa.

“Orangtuanya berdoa, Ya Allah… aku sudah ikhlas. Namun, mudahkanlah kami menemukan mayat anak kami,” kata wanita tersebut sambil meniru doa orang tuanya.

Lanjutnya, keajaiban pun terjadi. Usai salat, mengaji, dan berdoa. Orangtua Rara mengambil makanan. Belum habis makanan di piringnya, orang-orang pun berdatangan. Jenazah putrinya sudah ditemukan. Tangisan pun meledak. Tubuh mungil Rara tak henti-hentinya dipeluk erat.

Dia juga mengatakan, sebelum jenazah Rara ditemukan, ayah Rara tak henti-hentinya mencari. Semua sampah-sampah yang ada di sungai diperiksa. Ayah Rara seperti tak kenal lelah bolak balik dari got, irigasi hingga sungai mencari jenazah putrinya.

Seorang kerabat dari ibu korban, mengatakan, sesaat sebelum kejadian, Rara masih sempat berbicara dengan kakak sulungnya yang bekerja di Jakarta melalui via seluler. Saat itu, korban minta dibelikan kerudung salat.
“Rara sangat dekat dengan bapaknya. Jika bapaknya ingin pergi, Rara selalu ikut. Namun, saat kejadian, bapaknya menjemput istrinya di pasar.

Biasanya Rara selalu ikut, tetapi entah kenapa hari itu Rara tidak ikut hingga akhirnya terdengar kabar duka,” ucapnya.

Tangisan kembali pecah, manakalah jenazah Rara digendong menuju masjid untuk disalati. Usai disalati, jenazah diantar menuju peristirahatan terkahir. Di pemakaman tak jauh dari rumahnya.

Rifki dan Kois, adalah teman almarhum. Kepada Palopo Pos, Rifki dengan bahasa polosnya bercerita. Katanya, saat itu mereka bermain di got depan masjid. Bocah berusia 6 tahun ini pun menunjuk got yang dimaksud.

“Rara jatuh di situ, lalu dibawa air melalui got ini. Airnya deras,” katanya sambil menunjuk got yang dimaksud. Meski beberapa ibu-ibu mengatakan air kala itu tinggi, namun Rifki mengatakan airnya tidak begitu tinggi, sambil menunjuk batas air kala itu. Sekitar kurang lebih 45 cm dari dasar got.

Memang, lebar got kurang lebi 1 meter. Kedalamannya pun sekitar lebih dari 1,5 meter. Di dasar got ada batu-batu besar. Di jembatan kecil disamping masjid di bawahnya ada besi terpasang melintang setinggi kurang lebih 30 cm dari dasar got.

Rifki juga mengatakan, saat itu dia bersama almarhum dan Kois bermain. Rara turun di got. “Kois itu masih kecil, mungkin usianya baru 3 tahun. Saat Rara hanyut dibawah air, Kois langsung lari melapor. Kois juga lari berusaha menolong dan mencari bantuan,” sebut Rifki dengan nada polos.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top