Teguran Bapeldada tak Digubris – FAJAR sulsel
News

Teguran Bapeldada tak Digubris

*Wabup Ancam Tutup Tambang Galian C

MALILI–-Wakil Bupati (Wabup) Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam, menegaskan akan menutup aktivitas tambang galian C yang saat ini masih beroperasi di Kabupaten Lutim. Ancaman itu, ditujukan pada pemilik tambang yang belum mengantongi izin lingkungan.

Orang nomor dua di Bumi Batara Guru tersebut menilai pengelola tambang galian C, banyak yang tidak mengindahkan teguran yang telah disampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal Bapedalda Lutim.

Menurut Irwan, dirinya meminta kepada pihak Bapedalda agar segera melayankan kembali surat teguran kepada pengelola tambang. Jika teguran tersebut, tetap tidak diindahkan maka Pemda akan menutup tambang tersebut.

“Saya sudah sampaikan ke Bapedalda segera layankan lagi surat teguran kedua, kalau sampai batas waktu yang ditentukan belum ada tanda–tanda mereka urus izin galian C di Provinsi maka yang pastinya kami akan tutup tambang mereka,” tegas Irwan, Sabtu, 17 Desember 2016.

Ia menambahkan, pada prinsipnya, Pemerintah Daerah tidak melarang siapapun yang akan mengelola tambang galian C sepanjang pihak yang akan mengelola tambang tersebut bersifat sah menurut aturan yang berlaku atau legal.

“Yang pastinya kami akan tutup dek, kalau dalam proses teguran tersebut mereka tidak ada melakukan pengurusan izin di Propinsi,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bapedalda Kabupaten Lutim, adanya tujuh tambang galian C yang tidak mengantongi izin lingkungan namun masih melakukan aktifitas penambangan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Pengendalian dan Pemulihan Bapedalda, Alamsyah sebelumnya mengatakan, aktivitas penambangan itu juga dinilainya sangat mengganggu atau meresahkan masyarakat akibat debu.

Ia menjelaskan, untuk tahun 2016, sudah ada tujuh aduan masyarakat yang masuk soal adanya aktifitas tambang galian C yang tidak memiliki izin lingkungan. Tujuh tambang tersebut beroperasi di desa Kasintuwu dan dikecamatan Malili.

“Dua titik penambangan didesa Kasintuwu, kecamatan Mangkutana, empat titik di desa Balantang, kecamatan Malili dan satu aktifitas tambang lainnya yang beroperasi di belakang SMA Negeri 2 Malili, desa Puncak Indah,” ungkapnya.

Menurutnya, tujuh pengelola tambang galian C tersebut sudah diberikan surat teguran. Hal itu dilakukan dalam bentuk pembinaan dengan harapan agar pengelola tambang dapat melengkapi izin operasinya.

“Jika teguran itu tidak diindahkan, kami akan melakukan koordinasi dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan Sulawesi yang bertugas melaksanakan kegiatan penurunan gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum lingkungan hidup dan kehutanan,”ungkap Alamsyah.(krm/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top