Dewan Operasi Tangkap Tangan Raskin Berkutu – FAJAR sulsel
News

Dewan Operasi Tangkap Tangan Raskin Berkutu

img_20161220_112732

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Adanya beras miskin yang Berkutu dan tidak layak konsumsi yang disalurkan di Kabupaten Bone, rupanya bukan isapan jempol belaka.
Anggota DPRD Bone yang melakukan kroscek langsung di lapangan, bahkan menemukan raskin yang dicampur dan dipenuhi kutu.

Hal ini dipaparkan saat rapat Komisi II DPRD Bone, Selasa 20 Desember kemarin.

Bahkan Ketua Komisi II DPRD Bone, A Muh Idris Alang, sempat menunjukkan sampel raskin yang tidak layak konsumsi hasil temuannya di Kecamatan Dua Boccoe.

“Ini raskin Berkutu dan sangat tidak layak konsumsi. Bahkan ada raskin di Waji, yang dicampur. Ini jelas pelanggaran dan masuk ranah pidana,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Anggota Komisi II, Hj Mintayu Syamsuddin juga mendesak penyaluran raskin dibenahi. “Kasihan masyarakat miskin kalau harus mengkonsumsi raskin yang tidak layak konsumsi,” ujar Mintayu prihatin.

Senada diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Bone, Abulkhaeri. “Kenapa ini terus berulang. Raskin dibawah jelek sekali. Ayam saja tidak mau makan,” tegas Abulkhaeri.

Politisi Partai Nasdem itu juga menyoroti kinerja petugas Bulog dibawah. “Masa masyarakat meminta beras diganti, apa jawabannya, mereka disuruh untuk datang ke bulog. Ini kan tanggungjawab pihak bulog. Masyarakat sudah sudah, jangan ditambah susah lagi,” sorotnya.

Salah seorang Warga Desa Mallari penerima Raskin, Supriadi, hadir langsung di rapat kerja tersebut dengan membawa raskin yang dia terima, yang dipenuhi kutu dan berbau.

Kepala Kansilog Bone, Amir Sube berkilah sudah menerapkan aturan bahwan raskin yang tidak layak konsumsi pasti akan diganti. Dia juga membantah adanya raskin yang Berkutu yang disalurka ke masyarakat.

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top