Informasi Publik Minim – FAJAR sulsel
News

Informasi Publik Minim

Refleksi Akhir Tahun Pemkot

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal memimpin selama 2,5 tahun. Informasi program ke publik dinilai masih minim selama setengah periode kepemimpinan Danny-Ical (DIA), sapaan Ramdhan dan Syamsu.

“Banyak kendala komunikasi dengan masyarakat yang masih jauh dari harapan,” kata Danny pada refleksi akhir tahun 2016 Pemkot Makassar di Gammara Hotel, Senin (19/12/2016). Danny menuturkan, informasi ke publik minim karena brosur yang berisi informasi untuk masyarakat tidak tersalurkan.

Brosur tersebut seharusnya didistribusikan ke seluruh rumah warga pada September. Sayangnya, distribusi brosur batal. “Jadi, awal tahun (2017) kita turunkan,” katanya. Problem lain, aku Danny, terletak pada respon cepat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bahkan, Kemenpan memberikan rapor merah terhadap tiga pelayanan Pemkot Makassar.

Namun, Danny enggan menyebutkan ketiga pelayanan tersebut sebelum pelantikan nanti. Etika menjadi alasan Danny tidak mempublikasi hal tersebut. Karena itu, Danny menekankan koordinasi, kerjasama, kebersamaan, transparansi dan bebas korupsi.

“Harus dengan kerja keras. Yang buruk kita benahi, buat SOP, standar pelayanan ditetapkan dan seluruh SKPD harus siapkan,” tekan Danny. Pada tahun depan, tambahnya, Danny akan menambah prioritas pemkot pada aspek pariwisata dengan tidak meninggal program utama yang lalu.

Plt Kepala Bappeda Makassar, Hadijah Iriani Ridwan mengatakan, semua SKPD diinstruksikan untuk menyusun program-program yang menunjang sektor pariwisata. “Program yang dapat menjadi objek wisata,” kata Iriani yang juga Asisten IV Pemkot Makassar.

Meski ada yang belum makasimal, Pemkot Makassar juga memiliki beberapa keberhasilan, seperti Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Adipura dan Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPPD). Lalu, beberapa program yang serap pemerintah pusat.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Makassar, Firman Pagarra mengaku, palayanan kurang maksimal dari Kemenpan terlelak pada layanan RSUD Makassar, perizinan dan perdagangan. “Yang kurang maksimal dari indeks pusat RSUD, perizinan dan perindag,” kata Firman. (rul/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top