Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Rp3,5 Triliun – FAJAR sulsel
News

Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Rp3,5 Triliun

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Bank Indonesia menyiapkan uang kartal hingga Rp3,5 triliun untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang seiring dengan dengan momentum liburan akhir tahun di Sulawesi Selatan. Nilai yang disiapkan dengan jumlah tersebut mengacu pada peningkatan daya beli masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan serta dalam menyambut tahun baru yang akan datang.

“Penyediaan uang kartal tersebut mengacu pada peningkatan daya beli masyarakat yang melonjak pada periode perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain di Makassar, uang kartal ini akan didistribusikan ke kas titipan BI pada beberapa daerah di Sulsel, untuk kemudian ditarik masyarakat melalui perbankan. Bentuk antisipasi ini sangat penting dilakukan agar dapat terus mengimbangi lonjakan pembelanjaan masyarakat,” ujar Suzanna Hamboer, Kepala Group Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, saat dihubungi, Senin (19/12/16).

Suzanna Hamboer, menambahkan, besaran penyediaan uang kartal tersebut mengacu pula pada kecenderungan masyarakat yang masih bertransaksi secara tunai di Makassar saat liburan akhir tahun dengan trafik transaksi yang relatif tinggi. Selain itu, antisipasi juga meliputi kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar kota memanfaatkan momentum liburan akhir tahun yang mana daerah tujuan belum terjangkau fasilitas pembayaran virtual.

Adapun pada momentum liburan akhir tahun ini, bank sentral memproyeksikan bakal terjadi pertumbuhan laju transaksi keuangan masyrakat Sulsel sebesar 5% yang diikuti pula peningkatan daya beli. Peningkatan ini, masih didominasi oleh transakasi tunai. Bagaimana mengantisipasi berbagai kebutuhan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan keluar kota yang juga masih banyak yang mengunakan transaksi tunai ketimbang pembayaran virtual.

“Di sisi lain, penyaluran uang kartal juga dilakukan melalui kas keliling milik bank sentral yang diprioritaskan untuk menekan peredaran uang tidak layak edar atau UTLE serta memfasilitas masyarakat melakukan penukaran uang pecahan kecil. Sejauh ini, bank sentral memiliki 3 kas titipan di Sulsel yakni Parepare dengan plafon sebesar Rp150 miliar, kemudian Palopo sebesar Rp200 miliar serta Bulukumba dengan plafon sebesar Rp150 miliar,” paparnya.

Adapun secara kuartal, peredaran uang kartal di Sulsel mengalami penurunan yang tercermin dari aliran uang keluar (outflow) BI Perwakilan Sulsel pada kuartal III/2016 sebesar Rp2,52 triliun atau turun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai Rp4,98 triliun. Sedangkan aliran uang masuk (inflow) pada periode yang sama mencapai Rp6,5 triliun, atau naik hingga 35,03% dari kuartal II/2016 yang mencapai Rp3,34 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Wiwiek S. Widayat, mengemukakan, kas titipan di Bulukumba tersebut akan menyediakan pasokan uang hingga Rp150 miliar maupun penukaran uang tidak layak edar dari perbankan yang berada dalam cakupan operasional fasilitas anyar bank sentral tersebut. Bank Indonesia mengoperasikan Kas Titipan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, untuk memangkas distribusi uang kartal layak edar di daerah tersebut.

Dalam pengoperasian Kas Titipan itu, bank sentral bersinergi dengan Bank Sulselbar terkait pengelolaan fasilitas untuk pendistribusian maupun penukaran uang kartal di Bulukumba dan sekitarnya terdapat sembilan bank yang terdaftar sebagai peserta dalam fasilitas Kas Titipan tersebut yang mana secara kumulatif mencakup 30 kantor cabang dan 5 cabang pembantu yang tersebar pada kabupaten cakupan.

Kas Titipan ini juga melayani lima kabupaten lain yang relatif dekat dengan Bulukumba. Lebih efesien dibandingkan dengan ke Makassar yang mebutuhkan sekitar lima hingga enam jam perjalanan darat. Sehingga cukup satu pengiriman, sehingga ongkos operasional perbankan bisa lebih terpangkas. Fasilitas serupa direncanakan bakal dibangun di Kabupaten Bone dan ditargetkan bisa terealiasi pada awal tahun depan sehingga lebih memudahkan kegiatan penukaran uang maupun distribusi ke perbankan yang beroperasi di daerah. (mg4/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top