Sempat Merengek ke Ayah, Rayakan Ultah di Latuppa – FAJAR sulsel
News

Sempat Merengek ke Ayah, Rayakan Ultah di Latuppa

* Kisah Tragis Bocah Perempuan yang Terseret Arus

DUKA masih menyelimuti keluarga Abd Rahman dan Rahmatul Amin. Kepergian Nur Dwi Rahayu, 5 tahun. Dari RT 01/RT 2, isak tangis masih terdengar dari ibu dan beberapa saudara bocah perempuan yang terseret arus di saluran Jalan Y Tando.

LIPUTAN: Andi Ridwan

HATI mereka seperti terpukul. Maklum, korban yang akrab dipanggil Rara, baru-baru merayakan ulang tahunnya yang ke-5. Rara lompat-lompat kegirangan. Gembira.

Ia sangat gembira karena permintaannya untuk merayakan ultahnya di Latuppa bersama keluarga dikabulkan oleh ayah dan ibunya. Nyanyian tiup lilinnya menggema kala itu. Saudara dan orangtuanya gembira melihat tingkah anaknya yang sangat lincah.

Namun, siapa sangka di balik kegembiraan Rara merayakan ulang tahunnya itu, sebagai tanda akhir dari kebersamaan mereka di dunia. Karena, setelah kegiatan ultahnya, takdir berkehendak lain. Allah SWT lebih menyayangi anak ke-7 dari delapan bersaudara.

Sabtu 3 Desember 2016, ia merayakan hari kelahirannya. Sabtunya lagi atau tanggal 17 Desember 2016, tragedi menimpa bocah perempuan tersebut. Ia terseret arus saluran di Jalan Y Tando sejauh 150 meter, pukul 13:00 Wita.

Baru ditemukan pukul 20:40 Wita, di aliran anak sungai yang tembus ke sungai Boting. ”Saya tidak menyangka musibah yang menimpa anak kami. Saat itu, saya memang minta supaya tinggal di rumah. Saya ke pasar jemput ibunya,” ucap Abd Rahman, ayah korban, kepada Palopo Pos, kemarin.
Ayahnya sempat terdiam. Matanya terlihat berkaca-kaca. Terlebih saat korban merengek minta agar ultahnya dirayakan di Latuppa.

”Anak saya minta supaya merayakan ulang tahunnya yang kelima di Latuppa bersama keluarga,” ujar dia. Permintaan sang anak tentu saja direspon bapaknya. ”Saya mengabulkan permintaan tersebut,” tambah pria yang bekerja sebagai pebengkel miliknya.

Bengkelnya tidak jauh dari rumahnya. Biasanya, kalau pergi menjemput istri yang berjualan kue di pasar, korban selalu mau ikut bersamanya. Namun, pada saat kejadian Rahman tidak mengikutkan Rara dan menyuruh Rara untuk tetap berada di rumah bersama kakak-kakaknya.

“Saya sama sekali tidak mempunyai firasat buruk apapun sebelum Rara hanyut terseret Arus. Saya hanya menyuruh Rara untuk tetap di rumah,” papar Abd Rahman, lagi.

Abd Rahman dan sekeluarga tinggal di Jalan Y Tando, Kelurahan Pattene. Kawasan tersebut memang padat penduduk yang dihuni sekitar 40 KK lebih.

Setelah kejadin yang menimpa Rara ini, pemerintah kelurahan Pattene mengimbau warga agar tidak membiarkan anak-anak bermain di luar rumah sendirian, apalagi di waktu musim penghujan ini.

Lurah Pattene John PL Bandaso, mengatakan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua untuk tetap terus mengawasi anak-anak ketika bermain di luar rumah. “Kami telah mengimbau warga setempat untuk tidak membiarkan anak-anak mereka bermain di luar rumah ketika hujan deras dan meminta warga setempat membersihkan drainase agar tidak tersumbat,” papar John PL Bandaso.

Sebelum ditemukan oleh Damkar kurang lebih 300 meter dari Rumah Pemotongan Hewan Sipatuo Jalan Sungai Rongkong Palopo terdahulu ayah Rara telah lama mencari Rara di tempat tersebut bersama warga setempat. Namun memang saat itu lokasi tempat penemuan Rara air sedang pasang yang menyulitkan ayah Rara.(mg2/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top