Sisi lain Perencanaan dan Pengendalian organisasi – FAJAR sulsel
News

Sisi lain Perencanaan dan Pengendalian organisasi

Oleh : Mursalim Nohong

Tahun 2016 yang sebentar lagi akan tergantikan telah menyimpan banyak cerita dan fakta dalam rasa suka dan duka. Dalam bidang bisnis, kondisi dalam dan luar negeri Indonesia membuat beberapa perusahaan terpaksa harus menghentikan operasinya alias tutup.

Fenomena ini semakin memperkuat dan memperluas berlakunya konsep strategic management. Perubahan lingkungan eksternal dan internal memaksa perusahaan untuk mendesain ulang strateginya untuk mendorong kinerjanya.

Perusahaan yang berhasil beradaptasi dengan lingkungannya yang bergerak cepat akan menjadi perusahaan unggul sebaliknya akan menjadi perusahaan gagal move on.

Pada awal 2016 berita mengejutkan datang dari perusahaan automotif Ford Motor Indonesia (FMI) yang secara resmi mengumumkan akan menutup bisnisnya di Indonesia paruh kedua 2016.

Ford Motor Indonesia merupakan perusahaan automotif yang memiliki otoritas untuk memasarkan produk automotif antara lain city car Fiesta, Focus, compact SUV EcoSport, pick up double cabin Ranger, dan SUV Everest.

Tidak hanya berakhir dengan penghentian operasinya. Sebanyak enam grup usaha penjualan dan servis Ford yang membawahi 31 outlet dealer mengajukan gugatan dan mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar US$75 juta atau hampir Rp1 triliun kepada PT Ford Motor Indonesia (FMI), Ford Motor Company (FMC) Amerika dan Ford International Services (FIS).

Virus Kegagalan yang melanda FMI rupanya menjangkiti pula General Motor Indonesia (GMI) produsen mobil Chevrolet Spin. Keputusan perusahaan menghentikan operasinya dan secara resmi ditutup pada Juni 2015 akibat selalu mengalami kerugian dan tidak mampu bersaing dengan produk lain sejenis.

Informasi perusahaan menyebutkan bahwa kerugian yang dialami GMI sebesar USD4 juta setiap bulannya sejak mulai beroperasi pada 2013, sehingga total kerugian yang dialami GMI hingga 2015 mencapai USD200 juta.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap keputusan GM diantaranya biaya material yang tinggi dan kurangnya potensi untuk memanfaatkan basis pemasok lokal karena skala terbatas, GM menjual 8.500 Spin di pasar Indonesia pada 2014.

Pabrik di Bekasi memproduksi 40.000 kendaraan.Keakuratan ilmu perencanaan dan pengendalian perusahaan dalam mengukir kinerja diduga menjadi sumber lain penyebab kegagalan perusahaan.

Hal yang sama rupanya juga terjadi di organisasi pemerintahan. Seperti sudah menjadi kebiasan di sebagian lembaga pemerintahan bahwa bulan desember dimaknai dengan beragam oleh berbagai pihak.

Dari sisi pertanggungjawaban keuangan, maka bulan desember memiliki sebagai akhir tahun anggaran dan pada saat yang bersamaan juga menjadi tahap penyegeran untuk berkinerja pada periode yang akan datang (januari). Bulan desember juga seringkali menjadi moment untuk menghabiskan anggaran yang belum terserap dalam sebuah program dan kegiatan.

Bagi industri perhotelan dan restoran, bulan desember diwarnai dengan peningkatan occupation rate. Menariknya karena tetamunya adalah pemerintah daerah setiap level (pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota). Pemandangan seperti ini bukan peristiwa yang pertama tapi sudah cenderung menjadi calender event.

Menyimak dua fenomena besar di atas, kegagalan beberapa perusahaan di Tahun 2016 dalam mengembangkan bisnisnya khususnya di Indonesia dan eksekusi kegiatan pemerintahan di bulan desember, menjadi poin tersendiri untuk dianalisis faktor penyebab dan dampak yang ditimbulkan. Kegagalan dalam mengeksekusi program dan kegiatan sesungguhnya tidak terlepas dari kualitas perencanaan dan sensitifitas terhadap perubahan lingkungan.

Perencanaan yang baik lahir dari sebuah proses yang dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Disadari atau tidak bahwa perencanaan merupakan dokumentasi perwujuduan kebutuhan sekaitan dengan tujuan dan sasaran organisasi. Selain itu, pendekatan top down juga menjadi bagian lain dari perencanaan dan penganggaran organisasi.

Kebutuhan seorang atasan atau pimpinan sejatinya terakomodir dalam salah satu atau beberapa program dan kegiatan. Apologinya, pertanggungjawaban organisasi menjadi inherent dengan keberadaan seorang pimpinan organisasi dan perusahaan.

Kegagalan yang dialami perusahaan (FMI dan GMI) dan organisasi (sektor publik) karena keliru dalam membangun dan menganalisis asumsi yang digunakan. Dalam perencanaan dan penganggaran, asumsi merupakan bagian penting dan penyelaras dalam pendeskripsian setiap argumentasi yang dikemukakan.

Rekonstruksi kebijakan yang berimplikasi pada rekonstruksi dokumen rencana strategis organisasi bermula dari perubahan asumsi yang sebelumnya telah disepakati. Masuknya FMI dan GMI ke Indonesia, karena dimotivasi oleh pasar potensial (demand side) kendaraan bermotor yang dari ke tahun tumbuh dengan signifikannya. Demonstration effect yang mewabah di Indonesia tentu juga menjadi pertimbangan lain empuknya Indonesia sebagai pasar bagi setiap produsen.

Implementasi fungsi kontrol perusahaan dan organisasi pemerintah hingga saat ini masih seringkali diabaikan. Fungsi kontrol lebih diposisikan sebagai fungsi terakhir dalam siklus fungsi manajemen. Perubahan asumsi yang digunakan dalam merancang keputusan seharusnya dapat dikendalikan secara internal sejak dini sebelum kinerja organisasi tergerus secara signifikan.

Idealnya, fungsi pengendalian hadir pada setiap implementasi tahapan manajemen organisasi dan perusahaan sehingga early warning system berfungsi dengan baik. Jika saja setiap sumberdaya organisasi mau memahami dan mengambil peran pada setiap fungsi manajemen, maka tidak perlu lagi ada penutupan perusahaan yang memiliki multiplier effect besar terhadap masyarakat.

Demikian pula, tidak perlu lagi ada kegiatan yang terkesan menghamburkan dana atau menghabiskan dana di bulan Desember. Akan tetapi bulan Desember dijadikan sebagai tahap untuk melakukan warming up menghadapi perubahan yang akan terjadi pada periode yang akan datang.

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top