Terserap Rp1,4 Triliun – FAJAR sulsel
News

Terserap Rp1,4 Triliun

Dana Desa Sulsel

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Anggaran Dana Desa (ADD) Sulsel sampai saat ini baru terserap sekitar 93% atau Rp1,4 triliun lebih. Sisa waktu sampai akhir tahun diharapkan bisa terserap hingga 98%.

Tahun ini, total dana desa di Sulsel mencapai Rp1,42 triliun.Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Eko Putrosanjoyo menyampaikan, harapannya agar Sulsel mampu menyerap dana desa sampai 98%.

Menteri Eko mengatakan, secara nasional, tahun ini serapan dana desa baru mencapai 90%. Sedang Sulsel, hingga saat ini sudah terserap di atas 93%. Angka itu meningkat hingga 13% jika dibandingkan dengan serapan dana desa pada akhir tahun 2015 lalu.

“Sulsel akhir tahun kita harap bisa 98%, jadi jauh di atas tahun lalu hanya 80%. Kita harap penyerapan terus diperbaiki dan tahun depan lebih baik lagi. Terpenting bukan hanya penyerapannya, tetapi juga kualitasnya,” ujar Eko, dalam acara Roadshow Penguatan Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (19/12/16).

Menurutnya, saat ini Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke- 16 di dunia. Hal itu disebabkan resource Indonesia merupakan yang terbesar.

Pihaknya bahkan memprediksi saat HUT RI ke-100, Indonesia akan jadi kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia, karena negara merupakan negara tropis kedua terbesar di dunia setelah Brazil.

“Pembangunan desa penting, kita belajar dari Brazil, India, dan Cina. Mereka berhasil memperbaiki ekonomi, tapi tidak berhasil mengurangi masyarakat miskin, sehingga terjadi gap,” katanya.

Sebagai komitmen terhadap hal itu, maka pemerintahan desa diberi kewenangan bukan hanya mengelola administrasi pemerintahan tapi juga mengelaola ekonomi.

Sejak dikucurkannya dana desa oleh pemerintah, pertumbuhan ekonomi naik dari 4,8% menjadi 5,4%, dan yang membanggakan adalah pertumbuhan ekonomi di desa lebih dari 5%.

“2015 dana desa terserap hanya 80%. Sulsel serapannya jauh lebih besar dari itu. Pada 2016 pemanfaatan dana desa masih sebesar-besarnya untuk infrastruktur,” katanya.

Menteri Eko secara nasional mengaku, dana desa bisa mendorong pertumbuhan Indonesia, walaupun masing-masing desa berbeda. Tetapi perlu adanya model untuk membangun desa, karena ada yang penduduknya padat ada yang sedikit, ada yang kaya dan maju, juga ada yang miskin dan sangat tertinggal, bahkan ada yang rawan bencana, maupun rawan konflik.

Menurutnya, kemampuan ekonomi desa bisa mencapai 6 kali lipat dari APBN saat ini. Khususnya jika dilihat dari desa yang maju, karena biasanya mereka fokus dan punya skala produksi pertanian yang cukup besar.

Potensi desa yang seperti ini, menurut dia, rata-rata pendapatan masyarakatnya di atas Rp2 juta, sehingga jika 5 tahun ke depan angkatan kerja yang ada di desa-desa tersebut sebanyak 100 juta orang. Kemudian, jika desa yang belum fokus bisa difokuskan pada potensinya, maka pendapatan bisa meningkat hingga Rp20 triliun.

“Kalau ada 100 juta orang di desa, kan berarti ada Rp200 triliun pendapatan desa per bulan. Itu menimbulkan daya ungkit konsumsi, kalau 5 kali maka Rp1000 triliun per bulan, itu berarti Rp12 ribu triliun per tahun, itu kan sama dengan 6 kali APBN kita yang saat ini hanha Rp2 ribu triliun,” urainya.

Eko mengaku, tahun depan pemerintah telah memprioritaskan pemanfaatan dana desa bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi dan masyarakat.

“Saya berharap tahun depan desa buat embung air desa, dana sebesar Rp200-500 juta itu diharapkan agar petani dapat menanam sampai 3 kali panen per tahun. Ketiga, pemerintah pusat berharap pemerintah desa mengalokasikan sebagian dananya untuk membentuk bumdes,” harapnya.

Bumdes, jelas dia, akan menjadi penyalur bantuan dari pemerintah, termasuk gas, sembako, dan pupuk. Dengan begitu harusnya bumdes bisa menghasilkan income yang besar.

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengungkapkan, saat ini serapan dana desa di Sulsel rata-rata sudah mencapai 92,7%.

“Kita di Sulsel tahun ini mendapat alokasi dana desa Rp1,4 triliun, dan serapannya sudah 92,7%,” katanya.

Menurutnya, secara umum kebijakan dana desa membawa dampak yang signifikan, manfaat langsung dari dana desa mulai dirasakan oleh masyarakat meski lebih banyak pada infrastruktur.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (BPMDK) Sulsel, Mustari Soba, menambahkan dana desa yang dikucurkan untuk Sulsel pada 2016 sebesar Rp1,425 triliun, dengan realisasi hingga pekan lalu sebanyak 93,15%. Hingga akhir tahun pihaknya optimis terserap hingga 99%.

“Insya Allah, kami optimis 99% hingga akhir tahun. Karena sekarang masih ada kegiatan desa yang sedang dilaksakan. nanti kegiatan selesai, baru dananya dicairkan,” katanya.

Total desa yang ada di Sulsel, kata dia, sebanyak 2.223 desa yang tersebar di 21 kabupaten, dengan pemanfaatan tahun pertama dan kedua fokus infrastruktur. (eky)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top