Akhir Tahun, BI Target Tarik Rp14,5 T Uang Tidak Layak – FAJAR sulsel
News

Akhir Tahun, BI Target Tarik Rp14,5 T Uang Tidak Layak

Wiwiek-Sisto-Widayat-3-2-2

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sebagian besar masyarakat di Indonesia masih belum mampu memperlakukan uang secara benar. Seringkali uang dilipat, distaples, bahkan dicoret-coret, sehingga menjadikannya lusuh dan tidak layak edar. Dengan hadirnya 11 pecahan uang baru.

Bank Indonesia (BI) terus gencar melakukan pemusnahan atau penarikan uang tidak layak edar (UTLE) yang ditarik dari tangan masyarakat. Hingga akhir tahun pihak BI menargetkan menarik sebanyak Rp14,5 triliun. Dimana, mulai dari Januari-November pihaknya baru saja memusnahkan sebanyak Rp13,4 triliun.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat, mengatakan, rata-rata per bulan pihaknya memusnahkan UTLE sebanyak Rp1,2 triliun dari seluruh perbankan yang ada di Sulsel. “Selama 11 bulan terakhir ini kami gencar melakukan penarikan uang tidak layak edar.

Targetnya kami uang tidak layak edar tersebut bisa ditarik secara keseluruhan. Apalagi dengan adanya uang pecahan baru ini,” ujarnya, Selasa (20/12/16). Dia menyebutkan, ada beberapa kategori uang mana yang harus ditarik dari peredarannya. Seperti penuh dengan sobekan, coretan, kusut atau kumal dan penuh dengan bercak noda.

Sehingga, uang tersebut tidak layak dan tidak sehat. Masyarakat juga perlu tahu penukaran uang pecahan baru tidak dikenakan biaya apapun. Wiwiek menuturkan, untuk mencapai target tersebut pihaknya sudah menyiapkan kas keliling hingga ke pelosok daerah bahkan ke pulau-pulau terluar.

Agar masyarakat terpencil bisa langsung menukarkan uangnya dengan fasilitas yang diberikan. Pemusnahan tersebut, kata Wiwiek, dilakukan untuk penerapan clean money police atau biasa diartikan sebagai lembaga yang melakukan pengedaran uang, kelancaran sistem pembayaran diejawantahkan dengan terjaganya jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat dan dalam kondisi yang layak edar. “Kami selalu berupaya untuk mempermudah masyarakat agar bisa menukarkan uangnya dengan mudah. Agar kami juga bisa mengontrol peredaran UTLE itu,” jelasnya.

Sementara, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Sulsel, Jundun Faizal, menambahkan, hampir tiap hari melakukan penarikan UTLE dengan kerjasama seluruh perbankan. “Kami ada alat peracik untuk memusnahkan uang. Jadi uang yang sudah ditarik harus dimusnahkan dan tidak bisa dikeluarkan lagi sebagai alat transaksi,” ungkapnya, kemarin.

Dijelaskannya, tingkat kelusuhan uang versi BI terdiri dari 20 level, dimana uang yang paling lusuh berada di level satu dan uang yang baru keluar dari percetakan di level 20. Adapun batasan uang yang harus dimusnahkan adalah level 12.

Uang kertas sendiri sejauh ini tidak bisa didaur ulang karena kertas yang menjadi bahan pembuatannya bersifat khusus dan masih diimpor dari luar negeri. “Jadi kami mengimbau kepada masyarakat Sulsel agar menukarkan segera uang lama dengan pecahan baru. Jangan ragu, karena pecahan baru sudah resmi menjadi alat transaksi per 19 Desember kemarin,” tandasnya. (nda/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top