Baru Satu Perusahaan Ajukan Penangguhan UMK Tahun 2017 – FAJAR sulsel
News

Baru Satu Perusahaan Ajukan Penangguhan UMK Tahun 2017

Andi Rahmat Mappatoba

A. Rahmat Mappatoba

MAKASSAR, UPEKS– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar hingga Rabu, 21 Desember 2016 baru menerima satu penangguhan Upah Minimum Kota (UMK) Tahun 2017.
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Indusrial dan Syarat Kerja (Hubin Syaker), Andi Rahmat Mappatoba S.STP.,M.Si, mengatakan, penangguhan UMK yang diajukan Sentral Group diterima Disnaker Kota Makassar tembusan dari Disnaker Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Laporan yang masuk, baru satu perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK. Itupun ditujukan ke Disnaker Provinsi Sulsel yang ditembuskan ke Disnaker Makassar,” ujarnya.

Menurut Andi Rahmat, dirinya belum mengetahui penangguhan UMK yang diajukan Sentral Group tersebut telah memenuhi persyaratan. “Saya tidak tahu apakah berkasnya sudah lengkap dan memenuhi persyaratan. Perusahaan ini memang lagi mengalami permasalahan keuangan, dimana ada aduan terkait gaji karyawan yang terlambat dibayarkan,” kata Andi Rahmat.

Syarat yang harus dipenuhi minimal ada dua, yakni harus ada kesepakatan pekerja dan perusahaan. Juga harus ada laporan akuntan publik independen tentang neraca keuangan yang kemudian dimohonkan ke gubernur jika memang perusahaan mengalami kerugian,” jelas Kabid Hubin Syaker.

Pihak Disnaker Makassar pun tetap mengimbau kepada perusahaan yang memang tak mampu untuk menerapkan UMK agar segera mengajukan penangguhan dalam waktu sepekan ini.

“Tinggal ada tenggang waktu seminggu untuk mengajukan penangguhan UMK. Sebab per tanggal 1 Januari 2017, UMK telah efektif diberlakukan. Jadi, tidak ada lagi alasan perusahaan untuk tidak menerapkan UMK. Namun, jika ada, maka itu pelanggaran pidana terkait upah pekerja,” tegasnya.

Sebelumnya Kadisnaker Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie SP, M.Si, juga telah mengimbau kepada seluruh perusahaan untuk menerapkan UMK Tahun 2017.

“Saya harap semua perusahaan di Kota Makassar dapat menerapkan UMK Tahun 2017 sebesar Rp2.504.500,- yang Insya Allah akan berlaku 1 Januari 2017,” kata Andi Bukti.

Diketahui, Gubernur Sulsel telah menyetujui dan menetapkan UMK sebesar Rp2.504.500,- per bulan, yang terdiri atas Upah Pokok dan Tunjangan Tetap sesuai dengan usulan Dewan Pengupahan Kota Makassar dan Walikota Makassar dengan Nomor: 560.568/1293/XI/2016. Penetapan UMK Tahun 2017 itu juga telah ditembuskan ke Menteri Dalam Negeri Republik lndonesia, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik lndonesia, Dirjen PHI dan JSK Kemenakertrans Republik Indonesia, Ketua DPRD Sulsel, Kadisnakertrans Sulsel, Walikota Makassar, Kadisnaker Kota Makassar, Ketua DPP Apindo Sulsel, dan para Ketua Serikat Pekerja/ Buruh Sulsel. (hms)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top