Kopi Andalan Toraja Mulai tak Digemari – FAJAR sulsel
News

Kopi Andalan Toraja Mulai tak Digemari

*Padahal Akan Dipromosikan di Lovely Desember

MAKALE–Kopi Arabika Toraja salah satu komoditi andalan mendapat porsi besar dipromosikan di Lovely Desember 2016.

Untuk mengetahui seperti apa cita rasa dan proses meraciknya sesuai selera digelar pengenalan cita rasa kopi Toraja diprakarsai Pemda Tana Toraja kerjasama PT Sulotco Jaya Abadi eksportir Kopi Toraja ke Jepang, Amerika Serikat, Australia dan Korea Selatan.

Begitu kopi Toraja memiliki banyak keunggulan tinggal bagaimana promosi lebih luas, dan Lovely Desember tahun ini momen paling tepat mendapat peluang emas sebab dipromosikan besar-besaran kepada wisman dan wisnus, di Lovely December tahun ini.

Pengenalan cita rasa coffe dilaksanakan di Gedung Tammuan Mali Makale, kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan pejabat sehingga hanya dihitung jari undangan yang hadir. Selasa, 20 Desember 2016.

Jika seperti itu, maka dapat disimpulkan, kopi andalan di daerah objek wisata itu, mulai tak digemari masyarakat.

Imanuel Sude, Kepala Tanaman (produksi) PT Sulotco Jaya Abadi usai pengenalan cita rasa coffe kepada Palopo Pos, mengatakan sejak PT Sulotco Jaya Abadi hadir di Tana Toraja 1988 dengan luas areal perkebunan 1.200 ha di Bolokan Lembang Tiroan Kecamatan Bittuang, setiap kali ekspor keluar negeri antara 18 hingga 20 ton sesuai dengan permintaan pasar.
Dan paling terbanyak permintaan di tahun 2016 adalah America serikat (USA) menyusul Australia dan Jepang.

Kopi Toraja dieskpor keluar negeri, sambung Imanuel, didominasi dalam bentuk biji karena begitu permintaan negara tujuan. Meskipun kopi bubuk juga tetap disiapkan perusahaan seperti Follows, Semiwos, Natural dan Luak Wait Coffe sesuai pesanan konsumen.

PT Sulotco milik PT Kapal Api, lanjut Imanuel, sistem pengembangan tanaman kopi dilakukan kerjasama dan melibatkan petani setempat ,perusahaan penyediakan lahan dan kopi yang sudah berbuah lalu di kelolah oleh petani atau mitra perusahaan.

Sistem bagi hasil 75 persen ke mitra/petani dan 25 persen ke perusahaan selanjutnya petani menjual lagi ke perusahaan 75 persen, sehingga petani terangkat ekonominya perusahaan lancar produksinya.

Bagi masyarakat pencinta kopi, kata Imanuel, sebaiknya saat minum kopi tidak pake gula utamanya bagi yang mengidap penyakit maag sebab mempengaruhi daya rangsang ke otak.

Diakui Imanuel, selama ini kopi Toraja tinggi harganya dipasaran seharga Rp6,5 dollas AS perkilo sebab cita rasanya jauh lebih unggul dari kopi daerah lain seperti kopi Gayo Aceh lebih kental.(mg5/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top