Pemprov Tingkatkan Pengawasan – FAJAR sulsel
News

Pemprov Tingkatkan Pengawasan

gubernur-2

Antisipasi TKA Ilegal

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pemprov Sulsel menegaskan akan menindaki semua Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk secara ilegal. Pemprov secara rutin akan melakukan pengawasan khusus untuk TKA. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah sangat tegas dan konsisten dalam penanganan masalah TKA, apalagi TKA ilegal.

Syahrul menjelaskan, hingga saat ini Pemprov Sulsel masih terus memantau perkembangan keberadaan TKA, dan jika ditemukan informasi mengenai adanya TKA ilegal, maka pihaknya akan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak). “Kita sekali-sekali kalau dibutuhkan apalagi kalau ada informasi, nanti kita sidak. Saya sangat cepat merespon yang seperti itu, jujur saya bilang, pernah kita pulangkan ribuan tanpa harus dikasih tahu,” tegas Syahrul, belum lama ini.

Syahrul menambahkan, selama ini pihaknya sangat tegas dan keras terkait masalah TKA ilegal, karena menurutnya yang harus didahulukan untuk memperoleh pekerjaan adalah masyarakat lokal. Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sulsel, Agustinus Appang, mengaku pihaknya tengah menjajaki dan berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja kabupaten/kota serta pihak imigrasi terkait pengawasan terhadap TKA. “Saya kira tetap kita monitor, nanti saya carikan data tentang itu. Sementara kita penjajakan untuk koordinasi dengan imigrasi dan kabupaten kota,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengembangan, Disnakertrans Sulsel, A Edison, menjelaskan, saat ini jumlah TKA legal yang terdata sekitar 200-an TKA. Jumlah itu tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulsel, terutama di Kabupaten Jeneponto, Takalar, dan Kabupaten Barru. “Data di provinsi ada 200-an, yang di kabupaten/kota mungkin lebih, tapi datanya belum masuk. Karena itu wilayah kerja di kabupaten,” katanya. Ia menambahkan, dari 200-an TKA tersebut, sebagian besar berasal dari China atau Tiongkok.

Sebagian dari mereka bekerja sebagai tenaga ahli, tetapi lebih banyak yang bekerja sebagai pekerja bagian pemasangan peralatan. Sementara, untuk sektor atau bidang pekerjaan, didominasi pada sektor kelistrikan, khususnya pembangunan pembangkit tenaga listrik. “Mayoritas dari Cina sekitar 65%, tenaga ahli ada tapi lebih banyak bagian pemasangan,” tegasnya. Soal TKA ilegal, pihaknya mengaku sampai saat ini belum menemukan apapun. Tapi sebagai antisipasi adanya TKA ilegal, Disnakertrans Provinsi Sulsel sudah berkoordinasi dengan Disnakertrans kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top