Sebut Didramatisir, Dahri Tantang Disdik – FAJAR sulsel
News

Sebut Didramatisir, Dahri Tantang Disdik

dahri-suli-nantang

-Soal Saran SDN 22 Murante yang Rusak

PALOPO — Soal laporan sarana dan prasarana yang rusak di SDN 22 Murante, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palopo, Akram Riza menilai itu didramatisir. Pernyataan Kadisdik membuat anggota Banggar DPRD Palopo, Dahri Suli tersinggung.

Dahri yang juga anggota Komisi I DPRD Palopo, tidak terima komentar Kadisdik yang menganggap sepele kerusakan sarana dan prasarana di SND 22 Murante. Bahkan, Dahri menantang Kadisdik dan seluruh peserta rapat untuk melakukan peninjauan langsung di sekolah tersebut.

“Jangan-jangan Kadisdik sendiri yang tidak pernah melihat langsung SD itu,” ketusnya dalam rapat pembahasan di tingkat Banggar DPRD Palopo, Selasa 20 Desember 2016 kemarin.

Pada rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Palopo, Harisal A Latief didampingi wakilnya Aziz Bustam dan Islamuddin. Serta Asisten II Setda Palopo, Burhan Nurdin. Dibeberkan hasil Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2017, Komisi I DPRD Kota Palopo.

Dimana Disdik diminta harus membenahi sarana dan prasarana sekolah yang sudah tidak layak pakai di SDN 22 Murante.

“Dua tahun terakhir kami sangat konsen membenahi sarana dan prasarana sekolah. 2016 ini sudah dibantu ruang sekolah. Kadang juga ada kepala sekolah yang dramatis. Hanya 10 bangku yang rusak sudah seperti ada gempa. Mereka mau yang baru-baru,” kata Akram. Dia juga menyebutkan, TA 2017 ini, dari dana bos akan diadakan 50 mobiler.

Komentar inilah yang tidak diterima Dahri, kata dia, Komisi I bersama media sudah melakukan peninjauan langsung ke SDN 22 Murante. Kondisinya betul-betul sangat memprihatinkan. Semua kelas, kata Dahri, tidak layak untuk ditempati.

“Kalau tidak percaya, rapat ini dihentikan saja. Kita sama-sama meninjau langsung sekolah itu. Karena hasil tinjauan kami, tidak seperti apa yang disebutkan oleh Kadisdik. Saya menduga Kadisdik sendiri yang tidak pernah meninjau sekolah itu. Ayo, saat ini kita ke atas untuk membuktikan,” ucapnya penuh tantangan.

Lanjut Dahri, pihaknya di komisi tidak pernah berhenti untuk menyuarakan hal seperti ini. Karena kami langsung meninjau lokasi.

”Kami tidak main-main soal program ini. Kalau dianggap biasa-biasa saja, kami anggap luar biasa. Semua bangku bahkan dindingnya sudah tidak layak,” ucapnya lagi.

Sekaitan itu, Asisten II, Burhan Nurdin, mengatakan, dirinya sudah beberapa kali melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah yang direhab bangunannya.

“Saya sering marah. Karena saya mendapati mobiler ditempatkan di tempat yang tidak layak. Sehingga kalau bangunan sekolah itu sudah jadi, maka mobilernya yang rusak. Ini saya dapati di beberapa sekolah. Namun, apa yang menjadi temuan DPRD Komisi I, saya kira Pak Kadis perbaiki. Kalau memungkinkan dibenahi di tahun 2017,” kata Burhan mencoba menengahi.

Sementara itu, Ketua DPRD Palopo, Harisal A. Latief meminta Kadisdik untuk tidak menyamakan antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. “Mungkin Pak Kadis memang tidak pernah melakukan kunjungan ke sekolah itu. Kami miris melihat kondisi sekolah tersebut,” kata Harisal.(ara/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top