Tambang Galian C Akan Ditutup Paksa – FAJAR sulsel
News

Tambang Galian C Akan Ditutup Paksa

*Wabup: Jika Pemilik tak Gubris Teguran Bapedalda

MALILI–-Wakil Bupati (Wabup) Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam, rupanya tak mkain-main dengan banyaknya aktivitas galian tambang C yang tidak mengantongi izin lingkungan.

Irwan pun mengancam akan menutup aktivitas tambang galian C secara paksa, jika pemilik tambang tak mengindahkan teguran Bapedalda.

Ancaman tersebut disampaikan Irwan mengingat pengelola tambang galian C banyak yang tidak mengantongi izin. Selain itu, pemilik tambang juga tidak mengindahkan teguran yang telah disampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Bapedalda.

Irwan telah meminta kepada Bapedalda agar segera melayankan kembali surat teguran kepada pengelola tambang.
Jika teguran tersebut, tetap tidak diindahkan maka Pemda akan menutup secara paksa tambang galian C tersebut.

“Saya sudah sampaikan ke Bapedalda segera layankan lagi surat teguran ke dua, kalau sampai batas waktu yang ditentukan belum ada tanda–tanda mereka urus izin galian C di provinsi, maka yang pastinya kami akan tutup paksa tambang mereka,”tegas Irwan, Selasa, 20 Desember 2016.

Ia menambahkan, pada prinsipnya, Pemda tidak melarang siapapun yang akan mengelola tambang galian C sepanjang pihak yang mengelola tambang tersebut bersifat sah menurut aturan yang berlaku atau legal.

“Yang pastinya kami akan tutup dek, kalau dalam proses teguran tersebut mereka tidak ada melakukan pengurusan izin di Propinsi,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bapedalda Lutim, adanya tujuh tambang galian C yang tidak mengantongi izin lingkungan namun masih melakukan aktivitas penambangan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Pengendalian dan Pemulihan Bapedalda, Alamsyah sebelumnya mengatakan, aktifitas penambangan itu juga dinilainya sangat mengganggu atau meresahkan masyarakat akibat debu.
Ia menjelaskan, untuk tahun 2016, sudah ada tujuh aduan masyarakat yang masuk soal adanya aktifitas tambang galian C yang tidak memiliki izin lingkungan. Tujuh tambang tersebut beroperasi di desa Kasintuwu dan di Kecamatan Malili.

“Dua titik penambangan di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, empat titik di Desa Balantang, Kecamatan Malili dan satu aktivitas tambang lainnya yang beroperasi di belakang SMA Negeri 2 Malili, desa Puncak Indah,” ungkapnya.

Menurutnya, tujuh pengelola tambang galian C tersebut sudah diberikan surat teguran. Hal itu dilakukan dalam bentuk pembinaan dengan harapan agar pengelola tambang dapat melengkapi izin operasinya.

“Jika teguran itu tidak diindahkan, kami akan melakukan koordinasi dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan Sulawesi yang bertugas melaksanakan kegiatan penurunan gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum lingkungan hidup dan kehutanan,” ungkap Alamsyah.(krm/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top