Cakka Ancam Sanksi Pengelola dan Satpol-PP – FAJAR sulsel
News

Cakka Ancam Sanksi Pengelola dan Satpol-PP

-Pasar Belopa Harus Jadi Percontohan

BELOPA — Bupati Luwu, HA Mudzakkar mengancam akan memberikan sanksi kepada pengelola Pasar Besar Belopa dan juga Satpol-PP jika tak mengingatkan pedagang untuk meninggalkan aktivitas jual beli 30 menit sebelum salat Jumat dilaksanakan.

Cakka menyebutkan, dirinya meminta persetujuan dari seluruh pedagang, kiranya 30 menit menjelang pelaksanaan salat Jumat, seluruh aktivitas jual beli seluruhnya sudah harus dihentikan. Utamanya bagi pedagang umat muslim, untuk bergegas salat Jumat di masjid yang terletak di lokasi pasar besar Belopa.

”Saya minta pengelola pasar harus memberi informasi kepada para pedagang untuk menghentikan aktivitas tersebut dibantu pihak Satpol-PP. Saya minta baik pengelola pasar maupun Satpol-PP tidak lalai mengingatkan. Saya sendiri yang akan memberikan sanksi jika hal ini tidak diindahkan,” tutur Cakka yang disambut tepuk tangan oleh para pedagang disela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan peresmian pemanfaatan Pasar Belopa, Rabu 21 Desember 2016.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di kabupaten Luwu ini mengharapkan pasar besar Belopa betul-betul harus menjadi pasar percontohan. Di hadapan unsur Muspida Kabupaten Luwu dan ratusan pedagang, Cakka sangat mengharapkan kepada para pedagang untuk mewujudkan pasar besar Belopa menjadi pasar percontohan sesuai peruntukannya saat dibangun.

“Pasar Besar Belopa ini dibangun untuk menjadi pasar percontohan di daerah. Olehnya itu baik fisik gedung maupun aktivitas pengelolaan di pasar ini harus menjadi contoh bagi pasar-pasar yang ada di Kabupaten Luwu bahkan didaerah lain,” ungkap Cakka.

Cakka mengatakan, dari segi fisik bangunan, sebagai pasar percontohan, Pasar Besar Belopa harus terhindar dari kesan semraut, kumuh dan jorok. Untuk itu lapak-lapak yang ada saat ini kedepan harus dibongkar, dan Pemkab Luwu berjanji akan membangun tempat untuk pedagang tersebut dengan kondisi yang lebih baik.

“Insya Allah kita akan tambah bangunannya. Dan saya minta yangmenempati lokasi itu tetap para pedagang yang saat ini menempati lapak-lapak liar. Tidak boleh ada pedagang baru lagi,” jelas Cakka.
Sementara itu, dari segi kegiatan dan pengelolaannya, pasar besar Belopa harus mencerminkan kegiatan jual beli sesuai yang diharapkan dalam konsep pasar percontohan, diantaranya harusmencerminkan pasar religius dan sehat, dimana pasar tidak jorok dan tersedia klinik pengobatan bagi orang sakit. Dan yang lain diharapkan, saat menjelang dilaksanakan shalat Jumat, seluruh aktivitas jual beli harus dihentikan.

Cakka menambahkan, untuk kendaraan umum yang saat ini terparkir danmenjadikan terminal penumpang di halaman pasar besar Belopa, nantinya akan dipindahkan bila terminal Belopa rampung dibangun.
“Tahun 2017 ini melalui alokasi anggaran dari pemerintah Provinsi Sulsel sebesar Rp5 Miliar untuk membangun terminal yang berada disamping kiri (sebelah selatan) pasar besar Belopa. Semoga hal ini bisa segera diwujudkan tahun depan,” harap orang nomor satu di Luwu ini.

Ia menambahkan pihaknya memberi apresiasi dan ucapan terimakasih kepada ratusan pedagang pasar sentral Belopa karena dipindahkan dalam keadaan aman dan tertib tanpa ada gesekan di lapangan.(and/rhm)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top