Jangan Paksa Pekerja Pakai Atribut Natal – FAJAR sulsel
News

Jangan Paksa Pekerja Pakai Atribut Natal

Kapolrii

* Kapolres Ingatkan Pengusaha Soal Fatwa MUI
PALOPO — Kota Palopo dipastikan aman dari sweeping atribut natal oleh ormas tertentu. Mereka paham betul dan sadar dengan arti kebhinekaan. Sekarang tugas polisi ingatkan pengusaha soal fatwa MUI ini. Jangan paksa pekerja pakai atribut natal.

Kapolres AKBP Dudung Adijono ingatkan para pengusaha agar tidak memaksa para pegawai mereka mengenakan atribut natal. Menurutnya, hak dan kepercayaan pekerja dalam beragama harus tetap dihormati.

Jangan sampai ada pemilik toko memaksa karyawan yang muslim untuk pakai atribut natal. ”Apalagi sampai mengancam akan dipecat. Kalau ada laporan begini, maka pemilik toko akan kami tindaki. Kalau melanggar akan ditangkap,” tandas kapolres Palopo, kepada Palopo Pos, Rabu 21 Desember 2016, kemarin.

Tidak hanya pemilik toko, kata kapolres, ancaman yang sama juga diberlakukan kepada orang yang menyuruh seseorang menggunakan atribut agama lain. ”Sekali lagi, bagi yang melanggar juga akan ditangkap,” paparnya.

”Pokoknya siapapun yang menyuruh memakai atribut agama lain ataupun yang melakukan sweeping atribut natal, semua akan kita tangkap,” tambahnya.

Jadi untuk amannya, lanjut perwira dengan dua melati di pundak ini, pemasangan atribut natal khusus bagi agama yang merayakannya. Dan tidak menyuruh atau memaksakan agama lain memakai atribut itu.

”Kembali saya ingatkan ormas-ormas yang lain diharapkan untuk tidak melakukan sweeping natal,” imbuhnya, serius.

Kapolres meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama. Saling menghargai satu dengan yang lain.
“Mari kita sama-sama saling menghargai agama yang satu dengan agama yang lain. Jaga kerukunan,” tandasnya.

Hal senada juga dikemukakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dari Jakarta, ia mengingatkan para pengusaha agar tidak memaksa para pegawai mereka mengenakan atribut natal. “Perlu jadi atensi, jangan sampai ada pemilik toko memaksa karyawan yang muslim untuk pakai atribut natal, apalagi sampai mengancam akan dipecat,” ujar Tito di rumah dinas Kapolri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 20 Desember 2016, malam.

Pernyataan Tito itu menyusul hasil pertemuannya dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin untuk membahas fatwa yang mengharamkan atribut natal dipakai oleh muslim. Fatwa itu merupakan pendapat MUI atas permintaan masyarakat tentang hukum Islam soal mengenakan atribut natal.

Tito menuturkan, bila ada pegawai pusat perbelanjaan atau restoran yang dipaksa mengenakan atribut natal, maka bisa membuat laporan ke polisi. Pihak yang memaksa bisa dijerat Pasal 335 KUHP ayat 2 tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Namun, bila pegawai mengenakan atribut natal atas kemauan sendiri, maka hal itu merupakan hak masing-masing. Sebab, urusannya adalah antara pemakai atribut natal dengan Tuhan.

“Jika karyawan yang memang menginginkan pakai atribut itu hak masing-masing dan tanggung jawab mereka dengan Tuhan karena ada fatwa. Tapi tidak berarti ini jadi dasar bagi pihak tertentu melakukan pemaksaan pihak tertentu,” terang Tito.

Semarak natal dan tahun baru terlihat di sejumlah supermarket. Terlihat banyak ornamen natal menghiasi ruangan. Mulai dari pohon natal dan replika sinterklas. Khususnya di dua supermarket besar di Kota Palopo.

Yakni Hypermart dan Matahari Departement Store. Namun soal atribut seperti topi sinterklas yang kerap digunakan oleh kasir maupun bagian lain diberikan pengecualian. “Soal atribut itu kami wajibkan bagi non muslim,” kata Syaiful Prisandi, manager Duty Hypermart City Market Palopo, Rabu 21 Desember 2016. Itu diberlakukan mulai awal Desember sampai tanggal 25. Ini dilakukan untuk memberikan kesan merayakan hari besar keagamaan. Seperti halnya saat perayaan hari-hari besar lainnya.

Ditegaskan, kewajiban memakai atribut natal ini hanya berlaku bagi karyawan yang beragama kristiani saja. “Bagi yang muslim tetap menggunakan jilbab tanpa atribut natal,” ungkapnya.

Demikian juga di Matahari Departement Store yang banyak dihiasi ornamen natal. Bahkan, di tempat tersebut disediakan tempat khusus bagi sejumlah pengunjung untuk foto dengan suasana natal yang berada di lantai 2. Namun soal atribut hanya diberlakukan bagi umat kristiani saja.(ald-ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top