Kapolres Kerahkan Pemburu dari Reskrim dan Intel – FAJAR sulsel
News

Kapolres Kerahkan Pemburu dari Reskrim dan Intel

Kapolress

* Wilayah Polsek Wara dan Waru Rawan Pemanahan

PALOPO — Akhir-akhir ini, kasus pemanahan di Kota Palopo kian marak. Tak segan-segan pelakunya melukai pejalan kaki atau pengendara motor. Senjata rakitan berupa panah dan sering ditemukan saat dilakukan razia. Pelakunya masih usia remaja. Bahkan ada yang berstatus pelajar.

Kapolres Palopo Dudung Adijono, mengatakan, lokasi paling rawan pemanahan berada di wilayah hukum Polsek Wara dan Polsek Wara Utara (Waru). Sedangkan di wilayah hukum Polsek Telluwanua, tepatnya di Kelurahan Mancani, itu mulai kondusif sejak dilakukan sumpah adat di kedatuan Luwu antara dua kelompok yang kerap bertikai.

Makanya, jelang natal dan tahun baru 2017 ini, Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk, mengimbau kepada masyarakat, demi untuk kedamaian dan ketenteraman di wilayah Kota Palopo, dia meminta agar warga Kota Palopo dalam melaksanakan aktivitasnya tidak membawa badik, panah, dan sajam lainnya dalam kendaraan. Jangan juga disimpan di dalam rumah apalagi dibawa-bawa.

“Kita imbau, jangan membawa maupun menyimpan senjata tajam atau senjata rakitan. Kalau masih ditemukan, akan kita tuntut dengan Undang-Undang Darurat. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” ujar perwira dua melati di pundak ini kepada Palopo Pos, Rabu 21 Desember 2016, kemarin.

Antisipasi kian maraknya aksi pemanahan, kapolres membentuk Tim Khusus Pemburu dari Reskrim dan Intel Polres Palopo. Di lapangan, tim ini langsung menindaki siapa pun yang mencurigakan. Apabila ditemukan membawa senjata tajam atau senjata rakitan, akan digiring ke Polres untuk diproses hukum.

“Ini namanya Tim Khusus Pemburu dalam rangka Operasi Cipta Kondisi,” tegasnya.
Terpisah, Kapolsek Wara Utara (Waru), Ipda Idris dan Kapolsek Wara, AKP Arsyad Kaonga yang dikonfirmasi soal rawan pemanahan di wilayahnya masing-masing, mengaku sudah mengaktifkan patroli. Mereka juga melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan.

Kapolsek Waru, misalnya, setiap malam, personil Polsek Waru melakukan patroli. “Saat ini, kami masih menunggu koordinasi dengan camat. Ada rencana kami akan melakukan pertemuan dengan lurah juga RT/RW membahas masalah kamtibmas jelang natal dan tahun baru ini,” ujar Ipda Idris via seluler.

Disinggung soal penegakan hukumnya, ternyata kapolsek Waru masih setengah hati menindak tegas. “Ancaman hukuman untuk kasus kepemilikan senjata tajam atau senjata rakitan cukup tinggi. Yakni 20 tahun penjara. Makanya, untuk anak di bawah umur, apalagi masih sekolah. Kami akan berikan bimbingan. Orangtuanya juga dipanggil untuk membuat pernyataan,” jelasnya.

Namun, kalau sudah diimbau, sudah dibina, masih melakukan, barulah diproses sesuai hukum yang berlaku. Khusus di wilayah hukum Polsek Waru, paling rawan terjadi di Kelurahan Temmalebba.

Nada yang sama juga diungkapkan oleh Kapolsek Wara, AKP Arsyad Kaonga. Kata perwira tiga balok di pundak ini, menjelang natal dan tahun baru 2017, pihaknya tetap melakukan antisipasi dan pencegahan. Baik melalui patroli rutin, pembinaan dan himbauan-himbauan.

“Untuk pembinaan-pembinaan, kami akan bekerjasama dengan camat. Lalu mengaktifkan fungsi tiga pilar. Yakni lurah, bhabinkamtibmas dan babinsa. Mereka ini diminta untuk aktif melakukan pendekatan-pendekatan kepada RT/RW dan masyarakat,” jelasnya.

AKP Arsad Kaonga juga mengakui, wilayahnya yang rawan pembusuran berada di Kelurahan Pontap, Km 56 Battang dan Battang Barat.
Sebelumnya, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, menegaskan kepada Ketua RT dan RW. Apabila ada warga mereka yang ditangkap karena kedapatan memiliki senjata tajam atau rakitan, maka ketua RT juga harus diperiksa.
“Ini sudah saya koordinasikan dengan kapolres. Saya minta, Ketua RTnya juga ikut diperiksa,” tandas Wali Kota.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top