Penipuan CPNS, Oknum Guru SD Diadili – FAJAR sulsel
News

Penipuan CPNS, Oknum Guru SD Diadili

*Korbannya Setor Rp50 Juta, Dijanji Lulus PNS

PALOPO — Perkara penipuan dengan modus mengiming-imingi korbannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bergulir lagi di Pengadilan Negeri Palopo, Rabu 21 Desember kemarin.

Jika sebelumnya terdakwa Sitti Haepani Yusuf, S.Pd (40), oknum guru honorer di Kota Palopo diadaili, kini kini terdakwa Merry Erena Malaha, SPd, yang juga oknum guru di salah satu sekolah dasar Kota Palopo digiring ke Pengadilan. Ia didakwa melakukan penipuan kepada Maria Bala dengan menjanjikan korbannya lulus PNS lewat jalur kategori dua (K2).

Sidang dipimpin oleh majelis hakim Raden Nurhayati, SH didampingi dua hakim anggotanya, Mahir Sikki ZA, SH dan Heri Kusmanto, SH. Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, Erlysa, SH, menjelaskan bahwa kejadiannya sudah lama, sekitar bulan Februari 2014 lalu.

Saat itu, korban Maria Bala mempunyai adik bernama Herlina yang tidak lulus CPNS bertemu dengan Jumaria di Jalan Batara dan bercerita kepada korban soal terdakwa Merry yang mempunyai kakak kerja di Menpan bisa meluluskan orang untuk jadi PNS.

Selanjutnya, korban menemui terdakwa Merry, yang mana terdakwa mengatakan kepada korban jika ingin diuruskan lulus maka harus membayar sebesar Rp50 juta. Dengan syarat serahkan kartu tes, foto copy KTP, foto copy Ijazah dan foto copy transkrip nilai.

Setelah itu, terdakwa juga menjanjikan kepada korban jika SK-nya sudah bisa keluar bulan April 2014. Korban percaya semua kata-kata terdakwa dan melengkapi berkas serta uangnya dengan jaminan kuitansi dan perjanjian jika tidak lulus uang akan dikembalikan.

Namun hingga bulan April 2014 kejelasan atas kelulusan korban dengan janji SK akan keluar ditidak terwujud. Saat terdakwa didesak seribu macam alam yang diberikan, sampai akhirnya korban bosan menunggu dengan janji sehingga melaporkan terdakwa ke pihak yang berwajib.

Dari kasus penipuan ini korban Nurlia telah mengalami kerugian sebesar Rp50 juta. Perbuatan terdakwa sendiri diancam pidana dalam pasal 378 dan pasal 372 KUHP. Sidang akan dilanjutkan kembali tanggal 4 Januari 2017 untuk mendengarkan keterangan saksi. (rp1/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top