Warga Bontomarannu Tolak Realisasi Proyek Laston Seharga Rp2,2 M – FAJAR sulsel
News

Warga Bontomarannu Tolak Realisasi Proyek Laston Seharga Rp2,2 M

BULUKUMBA, UPEKS.co.id — Sejumlah warga Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontotiro menolak realisasi pembangunan proyek laston (pengaspalan jalan) di wilayah tersebut.

Pasalnya, proyek yang menghabiskan anggaran Rp2.205.380.000 mengalami rusak parah dan retak, padahal baru saja selesai dikerjakan.

Warga setempat, Abd Samad Muslim kepada Upeks, Rabu (21/12/16) mengaku prihatin dengan kondisi jalan laston tersebut.

“Kami menolak pembangunan jalan Laston yang menghubungkan Ruas Bontotanga- Bontomarannu. Masa baru 21 hari selesai dikerjakan langsung retak dan torbongkar rusak parah,” kata Abd Samad.

Ironisnya lagi, kata Samad, realisasi proyek tersebut diketahui sudah PHO, padahal pembangunannya bermasalah. Ini menjadi pertanyaan besar bagi sejumlah masyarakat setempat.

“Ada beberapa titik yang rusak dengan panjang kerusakan 30 meter dari volume pekerjaan sekian kilometer. Saya sudah komplain Tim PHO, supaya jangan dulu PHO ini jalan Laston, karena pekerjaan bermasalah, tapi tetap di PHO, ini kan aneh, ada apa?,” terang Abdul Samad.

Untuk itu, dirinya bersama masyarakat setempat kecewa dan menyesalkan realisasi proyek Laston yang sudah di PHO tersebut.

“Saya predeksi jalan Laston ini satu tahun kedepan sudah rusak, apalagi kena hujan. Biasanya kalau kualitas pekerjaan bagus, umur jalan yang sudah di Laston 10 tahun sudah rusak. Ini kok baru 21 hari dikerjakan langsung rusak, kan tidak beres, idealnya tidak sesuai RAB,” jelas Abdul Samad.

Hal yang sama dikemukakan Muhammad Rijal, dia juga mengaku sangat kecewa dan menolak realisasi proyek pembangunan Laston diwilayahnya.

“Sebenarnya sudah 8 tahun masyarakat menantikan jalan Laston di desa kami. Namun begitu diperbaiki tahun ini, hasilnya sangat mengecewakan, karena tidak sesuai harapan masyarakat di desa kami. Bukan apanya, jalan ini merupakan jalan alternatif,” kata Rijal.

Untuk itu, dia meminta Pemerintah Kabupaten harus memanggil pihak rekanan untuk bersama- sama memeriksa pekerjaan apakah sesuai RAB atau tdk sesuai RAB, sesuai apa yang mereka laporkan.

“Yang jelas apa yang kami laporkan realisasi proyek laston tersebut ketebalannya tidak sesuai, kami punya bukti. Hal ini tidak bisa dipungkiri, maklum didesa, mungkin anggapan pihak rekanan tidak ada yang mengawasi atau tidak ada warga setempat yang protes. Siapapun yang kerjakan tidak ada masalah, yang penting harus sesuai pentunjuk teknis,” tegas Rijal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak intansi terkait dan pihak rekanan belum bisa dikonfirmasi. (sufri).

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top