Dinilai Sepihak, Warga Protes Keras Kades Loeha – FAJAR sulsel
News

Dinilai Sepihak, Warga Protes Keras Kades Loeha

*Hilir Sungai Lambatu Dialihfungsikan Jadi Dermaga

TOWUTI — Pengalihfungsian hilir sungai Lambatu menjadi Dermaga oleh Pemerintah Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mendapat protes keras dari sebagian warga. Warga merasa terganggu akan tindakan sepihak yang dilakukan oleh kepala desa.

Demikian disampaikan oleh Pemerhati Lingkungan yang juga putra Desa Loeha, Ir Jurdin Lasatu, kepada Palopo Pos, Kamis 22 Desember 2016 kemarin. Kata dia, sungai Lambatu yang menghubungkan danau Towuti dengan dua desa, sudah dialihfungsikan oleh kepada desa dengan pihak kontraktor.

“Pengalihfungsian sungai jadi dermaga tidak boleh. Kami tidak setuju,” ungkap Jurdin.
Menurutnya, apabila sungai dijadikan dermaga, akan mempercepat pendalaman dasar sungai dan erosi. Ditambah dasar jalan beton yang telah dibuat oleh pemerintah desa terdahulu bisa runtuh.

“Sesuai aturan, pengalihfungsian sungai menjadi dermaga harus sesuai amdal. Warga takut membayangkan bahaya lingkungan yang diakibatkan. Apalagi pengolaannya diberikan kepada per orangan,” sebutnya lagi.
Dia juga menyebutkan, pembongkaran jembatan layang sudah dilakukan.

Setengah dari jembatan layang itu sudah dibongkar. Jurdin menilai, tindakan kepala desa adalah tindakan sepihak. Berita acara persetujuan yang ditandatangi oleh masyarakat dan tokoh masyarakat dianggap tidak menjangkau lapisan masyarakat. Tetapi terkesan pilih-pilih.

Jurdin kemudian memperlihatkan empat lembar kertas yang dihekter. Disitu tertulis berita acara persetujuan pemindahan dan pembongkaran jembatan layang pondok pesantren Darul Istiqamah. Dua lembar terakhir tertera 40 orang yang memberikan tandatangan.

Merujuk isi berita acara disebutkan, Kamis 10 Nopember 2016, dilakukan persetujuan antara Pemerintah Desa Loeha dengan pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah, BPD Desa Loeha serta masyaraat Desa Loeha untuk melakukan pemindahan dan pembongkaran jembatan layang dengan alasan jembatan tersebut sudah rusak dan tidak layak lagi. Dan membahayakan kendaraan yang melintas.

Alasan lainnya, jembatan tersebut tidak sesuai dengan kondisi pelabuhan, memberikan izin kepada Kapal KM Bintang Towuti untuk melakukan penggalian dan pembersihan pelabuhan di lokasi jembatan layang yang telah dibongkar guna sebagai tempat berlabuhnya kapal.

“Padahal kenyataannya, jembatan layang itu masih bagus. Hanya saja sudah dibongkar oleh pihak kepala desa,” tandas Jurdin.(ara/ded)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top