Mobil Santri Terbalik, 1 Tewas – FAJAR sulsel
News

Mobil Santri Terbalik, 1 Tewas

*Over Kapasitas, Puluhan Ikut Terluka

MASAMBA — Jelang Natal dan libur sekolah, sejumlah tempat rekreasi ramai dikunjungi pelajar maupun masyarakat umum, tak ketinggalan Santri Pesantrean Alfatah yang memilih Sungai Maipi, Kecamatan Masamba.
Namun naas bagi para santri, saat pulang rekreasi mobil yang ditumpangi terbalik hingga menewaskan seorang santri dan puluhan luka berat maupun ringan.

Rombongan Santri Pesantren Alfatah menumpangi mobil pick-up Mitsubishi Strada DP 8964 HC. Mobil naas ini dikemudikan Fitriadi Gunawan (30) terbalik di poros Desa Baloli – Desa Lero, Kamis 22 Desember kemarin, sekira pukul 08.00 Wita.

Mobil yang ditumpangi para santri itu over kapasitas, sebab santri sebelumnya berangkat menggunakan mobil kecil dengan kapasitas penumpang 10 orang. Usai rekreasi santri ingin pulang menggunakan mobil bak terbuka (pick up), dengan jumlah kurang lebih 46 orang penumpang satu kali angkut.

Kasat Lantas Polres Luwu Utara, AKP Fitriawan melalui Kanit Laka, Ipda Bahar saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan sebelum kecelakaan para santri ke permandian Sungai Maipi untuk melakukan rekreasi karena masa libur. Namun, naas yang mereka alami saat akan kembali ke pondok, mereka mengalami kecelekaan di jalan poros itu.

“Sejak lepas dari jembatan mobil sudah mulai oleng ke kiri dan ban depan keluar dari aspal kemudian stir kembali ke kanan sehingga pengemudi (Fitriadi) tak kuasa menahan stir,” jelas Kasat.

Karena penumpangnya begitu banyak mengakibatkan mobil tersebut tidak dapat lagi dikendalikan dan akhirnya terbalik. “Korban luka sedikitnya 30 orang santri satu diantaranya meninggal dunia, yakni Imrondy (11) yang merupakan Santri asal Desa Bakka, Kecamatan Sabbang,” paparnya.

Ipda Bahar menambahkan bahwa dua orang santri mengalami luka pada bagian kepala yakni Imran dan M.Rian akan dirujuk ke Makassar. Sementara itu Fitriadi Gunawan sopir mobil pick up saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak penyidik kepolisian.

Atas kejadian ini pelaku akan dikenakan pasal 130 ayat 4 UUD No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan jalan, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. (jun/him)

PALOPO POS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top