Napi dan Terdakwa Diduga Pesta Sabu di Lapas – FAJAR sulsel
News

Napi dan Terdakwa Diduga Pesta Sabu di Lapas

koordinasi-lapas-kasat-narkoba

* Kasat Narkoba: Keduanya Positif

PALOPO — Pemeriksaan yang ketat sekalipun tak menjamin Lapas bebas dari narkoba. Transksi narkoba di pengadilan negeri telah menguak fakta baru di balik tembok besar ini.

Polisi menyatakan hasil pemeriksaan urine napi dan terdakwa positif. Kuat dugaan sebelum ke pengadilan menjalani persidangan, napi bersama terdakwa lebih dulu melakukan pesta sabu.

Hasil sampel tes urine sudah diterima dari labfor Makassar. Memang cukup mengejutkan. Sampel urine keduanya positif mengandung zat metampetamina. Kasat curiga, dua pelaku ini menggunakan narkoba di lapas atau di sel tahanan PN Palopo.

“Dua-duanya positif narkoba,” tandas Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud, kepada Palopo Pos, Kamis 22 Desember 2016, kemarin.
Dari hasil labfor ini, pihak kepolisian kembali melakukan pemeriksaan kepada tersangka Akbar Ali dan Fikri. Mereka diminta buka mulut.

Konsumsi sabu-sabu diduga kuat dilakukan di dalam lapas. Karena selama ini, Fikri baru keluar dari lapas, setelah usaha penyelundupkan narkoba ketahuan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tanggal 14 Desember 2016, petugas lapas berhasil mencegah masuknya 1 paket sabu-sabu di dalam lapas. Motifnya disimpan dalam bungkus rokok lalu disembunyikan di dalam handphone berbentuk jam tangan. Pelakunya seorang tahanan dan napi kasus narkoba. Mereka adalah Akbar Ali alias Citra, 21 tahun dan Fikri alias Mamang, 20 tahun.

Pelaku mengaku melakukan transaksi di sel Pengadilan Negeri (PN) Palopo. Dua pelaku ini lalu diproses di ruang penyidik Satnarkoba Polres Palopo.
Sementara itu, Kepala Lapas Klas II A Palopo, Kusnali tidak menampik kabar itu. Dia juga mengatakan, segala SDM yang ada sudah dimaksimalkan.

Pemeriksaan ketat sudah dilakukan. Lalu jika masih terdengar ada narkoba yang lolos ke dalam lapas, Kusnali mengaku mereka hanyalah manusia biasa.

Makanya itu, Kamis 22 Desember 2016 kemarin, Kalapas melakukan koordinasi dengan Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud. Yang dibahas, soal pemeriksaan dan penggeledahan bagi petugas lapas. Itu saat pergantian sift. Yang bebas tugas dan akan bertugas, semua digeledah. Tetapi yang menggeledah adalah polisi.

“Tidak hanya pengunjung, napi atau tahanan yang kita periksa. Tetapi, petugas lapas juga kita periksa saat masuk. Yang menjadi masalah, terkadang, petugas yang masih yunior segan menggeledah petugas yang sudah senior,” ucap kalapas.

Padahal, lanjut dia, dirinya sudah menegaskan bahkan memberikan contoh. Pemeriksaan dilakukan tanpa pandang bulu. “Yunior masih segan dengan seniornya. Makanya, pemeriksaan petugas lapas memang masih longgar,” kata Kusnali lagi.

Tetapi, kata Kusnali, sebelum diadakan seperti itu, harus ada MoU. Harus ada payung hukum. Agar pelaksanaan bisa maksimal di lapangan. Juga harus ada persetujuan dari pusat.

Sejak 2014, semasa Kusnali berdinas di Palopo, sudah delapan kali aksi penyelundupan narkoba berhasil digagalkan di ruang pemeriksaan lapas. Semua pelaku langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.(ara/ary)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top