Natal dan Tahun Baru Dijamin Aman – FAJAR sulsel
News

Natal dan Tahun Baru Dijamin Aman

Ops-Lilin-1-1

* Gabungan TNI/Polri Siaga di Gereja, Kemudian Titik Rawan

PALOPO — Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Pemkot Palopo mulai siaga. Siaganya 10 hari ke depan. Gereja dan titik yang dianggap rawan kriminal saat malam pergantian tahun dari 2016 ke 2017 dijaga ketat. Dengan langkah pencegahan ini, Kapolres AKBP Dudung Adijono menjamin perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 berlangsung aman.

Hal ini dilakukan demi mengantisipasi berbagai gangguan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Untuk mengamankan jalannya pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2017 di Kota Palopo, ada sekitar 450 personil gabungan dikerahkan. ”Ada yang siaga di gereja.

Ada sekitar 45 rumah ibadah dijaga. Empat personil stand-by di sana,” ujar Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, SIk, usai menjadi irup pada Apel Tiga Pilar dan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2016, Kamis 22 Desember 2016, di depan Mako Polres Palopo.

Di Luwu Utara dan Luwu Timur sudah melakukan antisipasi gangguan pada perayaan puncak natal dan tahun baru. Di Luwu Utara, misalnya, sekitar 460 personil gabungan dikerahkan. Begitu juga di Luwu Timur, 306 personil dikerahkan mengamankan natal dan tahun baru. Di Tana Toraja, Toraja Utara, dan Luwu, juga begitu.

Gelar pasukan dalam rangka pengamanan natal dan tahun baru 2017, kata kapolres, menyiapkan personil gabungan. Khusus Polres ada 285 orang disiapkan. TNI-AD Kodim 1403 Sawerigading ada 30 orang, Dishub dan Satpol PP ada 50 orang. Dibantu ormas dan pramuka. ”Diperkirakan 450 orang personil gabungan akan amankan Kota Palopo,” kata perwira dua melati di pundak ini.

Untuk pengamanan gereja, dikerahkan 192 personil. Kurang lebih 45 gereja yang akan dijaga. Setiap gereja dijaga oleh empat personil kepolisian.
Sementara itu, untuk pengamanan operasi lilin, sebanyak 93 orang personil Polres Palopo dilibatkan.

Pengamanan dalam rangka Ops Lilin ini sudah dipetakan. Dibagi menjadi empat satgas yang bertugas di lapangan. Satgas pertama adalah Satgas Turbinjali melibatkan personil Binmas, Sabhara, dan personil Polsek Waru. Lalu Satgas Kamseltiblancar terdiri anggota Satlantas.

Satgas yang paling banyak personilnya adalah Satgas Lidik Sidik. Ini melibatkan personil dari Intelkam, Reskrim, Sabhara, Sumda, personil Polsek Wara, Warsel, Telluwanua, dan Satnarkoba. Terakhir adalah Satgas Banops melibatkan Provos dan Humas.

Operasi lilin ini tujuannya adalah pengamanan Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 23 Desember 2016 hingga 1 atau 2 Januari 2017. “Sasaran kita yang paling utama adalah gangguan kamtibmas terhadap Natal dan Tahun Baru seperti terorisme kemudian kejahatan konvensional hingga pengamanan tempat ibadah,” ujar kapolres Palopo.

Petugas gabungan juga akan ditempatkan di sejumlah titik untuk mengatur kelancaran lalu lintas seperti di terminal, pelabuhan, tempat wisata, THM, dan kantor pemerintahan lainnya.

”Personil pengamanan dibagi dua. Ada yang jaga di gereja seperti di atas dan ada yang fokus pada operasi lilin,” tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan kapolres, untuk memberikan rasa nyaman dan aman untuk warga Palopo, upaya yang dilakukan aparat adalah upaya preemtif dan preventif. Dia juga menegaskan akan mengerahkan anggotanya melakukan patroli ke lokasi-lokasi rawan gangguan kamtibmas.

Mengamati kondisi kamtibmas di wilayahnya, Kapolres merasa curiga ada yang mendesain. Pasalnya, setelah Mancani aman. Perkelahian antar kelompok menggunakan panah malah pindah ke kota. Kelurahan yang bergejolak terjadi di Balandai, Pontap, dan Sendana.

“Ini seperti ada yang mendesain. Masing-masing kecamatan dari Utara ke Selatan ada saja yang ribut. Dari Selatan di Sendana, daerah kota di Pontap, menuju Utara di Balandai,” bebernya, di depan pasukan upacara yang terdiri dari personil Damkar, TNI-AD, kepolisian, lurah, ormas, Dishub, dan Satpol PP.

Makanya itu, dia memerintahkan anggotanya untuk memburu biang keroknya alias si provokator. Tertangkap, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. “Di lapangan orang-orang yang melakukan tindakan melawan hukum. Kita tidak segan-segan melakukan tindakan tegas. Soal penegakan hukum,” ucapnya.

Dia juga menyebutkan, selain upaya pengejaran provokator. Tiga pilar juga diaktifkan. Tiga pilar itu adalah bhabinkamtibmas, babinsa, dan lurah. Permasalahan yang ada di Kota Palopo, seperti pembusuran, penganiayaan, perkelahian kelompok dan narkoba harus dibahas bersama oleh tiga pilar ini.

Seperti tahun sebelumnya, dalam operasi lilin ini, menyiagakan empat pos. Pos pengamanan akan didirikan di lokasi Lagota dan depan gedung Palopo City Market (Hypermart, red). Sedangkan pos pelayanan akan didirikan di Kelurahan Maroangin dan depan Islamic Center. “Ini berlaku mulai tanggal 23 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Drs M Tito Karnavian. Dalam amanat itu disampaikan, agar kepolisian meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan diri sehingga mampu merespon cepat dan tepat setiap bentuk gangguan kamtibmas.

“Pagelaran personel harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Baik di tempat ibadah, tempat tinggal, jalur lalu lintas, dan wisata,” kata kapolres mengutip amanat kapolri.

Lanjutnya, melakukan tindakan proaktif dan antisipatif dengan melibatkan semua fungsi kepolisian serta stakeholder dalam menghadapi ancaman teror, sabotase, dan kejahatan berkadar ancaman tinggi. Serta cegah kegiatan sweeping yang dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang.

Kapolri juga memerintahkan untuk melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional, tegas dan terukur terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas maupun kamseltiblancarlantas. Dan perkuat kerjasama dengan instansi terkait dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Usai apel gelar pasukan, Kabag Ops Polres Palopo, Kompol Abidin memimpin kegiatan Latpra Ops Lilin 2016. Itu dihadiri para kapolsek, kasat, perwira staf Polres Palopo, babinsa, bhabinkamtibmas, Dishub dan Satpol PP.

Kabag Ops juga membeberkan, kebiasaan malam tahun baru, sering terjadi penganiayaan, perkelahian antar kelompok, pencurian, pembunuhan, penyalahgunaan narkoba, mabuk-mabukan, pemerkosaan, perjudian, sajam dan laka lantas.

Lokasi rawan macet, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung juga menjadi pembahasan. Lokasi banjir kerap terjadi di Kecamatan Telluwanua, Kecamatan Wara Timur, dan Kecamatan Wara Barat. Sedangkan lokasi tanah longsor sering terjadi di Kecamatan Wara Barat juga Mungkajang.

Kalau bencana angin puting beliung paling sering terjadi di Kecamatan Wara Timur. Khususnya Kelurahan Pontap. Atau pemukiman-pemukiman dekat pesisir.

Jelang natal dan tahun baru, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palopo ikut ambil bagian. Satpol akan mengerahkan pasukan dalam rangka membantu kepolisian mengamankan gereja. Demikian diungkapkan Kepala Satpol-PP Kota Palopo, Ade Chandra. ”Kami kerahkan satu peleton pasukan, yang terdiri dari 20 personil,” ujarnya.

Pasukan tersebut nantinya turun untuk mengamankan atribut-atribut perayaan yang dianggap melanggar aturan atau berbahaya, seperti mercon dan petasan. Penertiban dan pengamanan tersebut ditujukan sebagai langkah antisipasi dini persoalan-persoalan yang dikhawatirkan akan membesar.

“Kita dari Pol PP akan membantu pihak Kepolisian dan TNI dalam mengamankan jalannya perayaan natal. Serta perayaan pergantian tahun nanti,” jelas Ade Chandra, kepada Palopo Pos, Kamis 22 Desember 2016.
Dimana tujuan dari pengamanan itu sendiri agar menciptakan rasa aman bagi yang akan merayakan natal.

Itu juga menjadi satu bentuk penghormatan sesama umat beragama untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban. Sejak sebelum hari perayaan hingga selasainya. “Pengamanan ini adalah satu bentuk partisipasi kita terutama kami dari Pol PP. Untuk menghormati perayaan natal dan juga jelang pergantian tahun yang rawan akan tindak kejahatan,” ujarnya.(rp1-ara)

PALOPO POS

loading...
Click to comment
To Top