Pemprov Siap Gaet Investor – FAJAR sulsel
News

Pemprov Siap Gaet Investor

mega-proyek

KA Trans Sulawesi

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Pemprov Sulsel berharap pemerintah pusat tidak lepas tangan membantu fasilitasi ketersediaan anggaran, untuk melanjutkan pembangunan proyek Kereta Api (KA) Trans Sulawesi. Menurut Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, pihaknya baru menerima laporan soal perubahan skenario untuk percepatan pembangunan rel kereta api.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi sendiri telah mengunjungi lokasi proyek itu di Kabupaten Barru, Selasa (20/12/16) lalu. Usai kunjungan, Menteri Budi menyampaikan perubahan pendanaan untuk mempercepat proyek ini. Ia membuka ruang kepada Pemprov Sulsel mencari investor untuk mengatasi minimnya anggaran fisik pada proyek itu.

“Pak menteri bertanya, apa kelebihan Sulsel? Jadi saya jawab, di Sulawesi, warga terbanyak ada di Sulsel dan 50% perekonomian itu adanya di Sulsel. Karenanya, kami sangat siap untuk menggaet investor asing,” kata Agus, Kamis (22/12/16). Kendati begitu, untuk meyakinkan investor masuk dalam pembangunan perkeretaapian di Sulsel, bukan hanya tugas Pemprov.

Tetapi persoalan ini butuh campur tangan pusat, apalagi investor butuh kejelasan maupun ruang. “Pemerintah pusat harus punya keberpihakan pada daerah luar Jawa, agar daerah lain bisa tumbuh. Dulu saat kita bangun jalan tol, dibilang, kenapa bangun di luar Jawa, pasti rugi. Tetapi kenyataannya sekarang mereka kewalahan. Jadi pemerintah pusat jangan berpikir seperti itu,” pungkasnya.

Agus menambahkan, pada rencana pembangunan KA khusus di Parepare, akan ada dua terminal. Pertama di Lumpue, dekat terminal bus masuk ke timur melewati kota hingga perbatasan Kabupaten Pinrang. “Ini dilakukan karena keterbatasan dana tersebut. Nanti pada paket berikutnya, akan sampai ke Sulawesi Barat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menhub Budi menegaskan bahwa proyek tersebut harus berhasil sesuai target. “Kita harus dapatkan quick win, olehnya itu saya sudah diskusi dengan Pemda untuk melaksanakan sesegera mungkin selesai 2019, ini akan kita jadikan sebagai quick win dan masyarakat bisa langsung menikmati. Paling tidak sudah ada sampai 30-40 km pada 2019,” katanya.

Sejauh ini, lanjut dia, pembangunan KA di Sulsel masih berharap pada APBN dan APBD, termasuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp5 triliun yang akan diperuntukkan untuk tiga tahun ke depan. “Kedepannya, Kita akan undang investor swasta atau asing. Jadi sekarang APBD dan APBN kita gunakan untuk investasi.

Kedepannya bisa saja pakai jaminan public service obligation (PSO). Sehingga jika sudah ada yang jadi 30-40 km, nanti selanjutnya adalah swasta. Kita berikan. jaminan 5 atau 10 tahun cicilan pada mereka, sehingga satu sisi cash flow lebih manageable, tapi proyek itu tetap jalan,” terang Budi.(eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top