Aktivis Nilai Keberangkatan Pimpinan dan Anggota DPRD Bulukumba ke Jakarta Lukai Hati Rakyat – FAJAR sulsel
News

Aktivis Nilai Keberangkatan Pimpinan dan Anggota DPRD Bulukumba ke Jakarta Lukai Hati Rakyat

BULUKUMBA, UPEKS – Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba yang terhormat bertolak ke Jakarta dalam rangka mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan APBD Pokok Tahun 2017.

Meskipun keberangkatan tersebut berkaitan dengan pengesahan dan penetapan APBD Bulukumba tahun 2017, tetapi tetap saja menyisakan sejumlah catatan dan tanda tanya bagi kalangan aktivis Bulukumba.

Salah seorang mahasiswa asal Bulukumba, Mansyur, mengaku miris menyaksikan perilaku Pimpinan dan Anggota DPRD yang cenderung terkesan kurang berempati terhadap segudang masalah yang dihadapi masyarakat Bulukumba saat ini.

Berangkat ramai-ramai seperti ini, kata Mansyur, sungguh terlihat menggelikan. Terlebih, di saat jadwal penetapan APBD tahun 2017 tinggal menghitung hari.

“Mengapa RAPBD ini ditinggalkan? Bukankah ini adalah roh perjalanan daerah selama satu tahun ke depan? Apakah program kegiatan yang tertuang didalamnya telah mengakomodasi harapan dan kehendak masyarakat?,” kata Masyur, Sabtu (24/12/16).

Menurut kader HMI Cabang Makassar ini, Bimtek hanyalah semacam permainan kata-kata, karena yang sebenarnya ini adalah ajang jalan-jalan alias pelesiran.

“Saya sungguh berharap beberapa foto-foto selfie yang banyak beredar di media sosial itu bukan para istri anggota dewan yang ikut kunjungan Bimtek bersama suaminya,” harap Mansyur.

Sebab, jika benar mereka adalah para istri anggota dewan, kata Mansyur, maka pertanyaannya adalah ada urusan apa mereka dengan bimtek?

Rasanya, tidak begitu sulit bagi nalar kita untuk menyimpulkan bahwa keberadaan para istri anggota dewan di lokasi kunjungan adalah bukti yang demikian kasat mata bahwa ini adalah perjalanan wisata anggota dewan dan keluarganya yang dibiayai total atau sebagian oleh APBD.

Dijelaskan Mansyur, dengan kalkulasi sederhana, katakanlah setiap anggota DPRD menghabiskan anggaran Rp10 juta, dikalikan dengan 40 orang anggota DPRD, maka APBD Bulukumba harus terkuras Rp400 juta untuk kegiatan ini.

Apakah bimtek tidak penting?jika tidak penting tentu item kegiatan ini tidak akan bercokol dalam daftar kegiatan yang dibiayai APBD. Terlebih dengan bimtek soal penyusunan APBD, karena berkait dengan rambu-rambu penganggaran serta kelayakan suatu program untuk diakomodasi dalam APBD.

“Tetapi, kadang kala hal yang terklasifikasi sebagai kegiatan penting, tiba-tiba terlihat seperti sampah yang tak berguna jika pada tataran implementasinya mengabaikan akal sehat,” jelas Mansyur.

Pengabaian akal sehat, lanjut Mansyur, misalnya dengan menghabiskan anggaran Rp400 juta untuk sebuah informasi yang sebenarnya dapat diperoleh dengan biaya yang lebih murah. Bedanya, Rp400 juta bagi akal sehat tentu akan dibelanjakan ke hal-hal yang lebih produktif.

“Jika keadaan-keadaan seperti ini masih terus berlanjut, wajar jika kepercayaan masyarakat pada DPRD semakin tergerus,” terangnya.

Sementara itu, Sekertaris DPRD Kabupaten Bulukumba, Muhammad Ali Saleng dikonfirmasi, membenarkan agenda perjalanan beberapa anggota dewan ke Jakarta.

“Mereka mengikuti Bimtek Optimalisasi fungsi Pengawasan DPRD dan transparansi pengelolaan keuangan. Ada 27 anggota dewan berangkat, memang kegiatan Bimtek sudah terprogram dengan bekerjasama Perguruan Tinggi (PT) di Jakarta. Mereka berada di Jakarta 3 hari 4 malam,” ujar Muhammad Ali Saleng.

Agenda DPRD sangat jelas diatur dalam Permendagri 57 tahun 2011 dan Perubahan Permendagri 32 tahun 2013.

“Dalam Permendagri tersebut, itu maksimal diatur 8 kali Bimtek, tapi Sekretariat DPRD hanya memberikan 6 kali Perjalanan Bimtek selama 1 tahun termasuk Bimtek yang dilaksanakan Partai,” terang Muhammad Ali Saleng dihubungi via selularnya. (sufri).

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top