Aktivis Nilai Plisiran  Anggota DPRD Bulukumba ke Jakarta Lukai Hati Rakyat – FAJAR sulsel
News

Aktivis Nilai Plisiran  Anggota DPRD Bulukumba ke Jakarta Lukai Hati Rakyat

img-20161224-wa0002

BULUKUMBA, RADAR SELATAN. CO. ID – Dikabarkan, Pimpinan DPRD, para ketua komisi, serta sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba bertolak ke Jakarta dalam rangka mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan APBD Pokok Tahun 2017. Salah seorang sumber di sekretariat dewan menyebutkan bahwa para anggota dewan yang terhormat akan berada di Jakarta antara 23 hingga 26 Desember 2016, atau berkisar kurang lebih 4 hari.

Meskipun keberangkatan tersebut berkaitan dengan pengesahan dan penetapan APBD Bulukumba tahun 2017, tetapi tetap saja menyisakan sejumlah catatan dan tanda tanya bagi kalangan aktivis Bulukumba.

Mansyur, salah seorang mahasiswa asal Bulukumba mengaku merasa agak miris menyaksikan perilaku Pimpinan dan Anggota DPRD yang cenderung terkesan kurang berempati terhadap segudang masalah yang dihadapi masyarakat Bulukumba saat ini.

Berangkat ramai-ramai seperti ini, kata Mansyur, sungguh terlihat menggelikan. Terlebih, di saat jadwal penetapan APBD tahun 2017 tinggal menghitung hari. “Mengapa RAPBD ini ditinggalkan? Bukankah ini adalah roh perjalanan daerah selama satu tahun ke depan? Apakah program kegiatan yang tertuang didalamnya telah mengakomodasi harapan dan kehendak masyarakat?”

Menurut kader HMI Cabang Makassar ini, Bimtek hanyalah semacam permainan kata-kata, karena yang sebenarnya ini adalah ajang jalan-jalan alias pelesiran.

“Saya sungguh berharap beberapa foto-foto selfie yang banyak beredar di media sosial itu bukan para istri anggota dewan yang ikut kunjungan Bimtek bersama suaminya,” harap Mansyur, Jumat (23/12/2016).

Sebab, jika benar mereka adalah para istri anggota dewan, kata Mansyur, maka pertanyaannya adalah ada urusan apa mereka dengan bimtek?

Rasanya, tidak begitu sulit bagi nalar kita untuk menyimpulkan bahwa keberadaan para istri anggota dewan di lokasi kunjungan adalah bukti yang demikian kasat mata bahwa ini adalah perjalanan wisata anggota dewan dan keluarganya yang dibiayai total atau sebagian oleh APBD.

Dijelaskan Mansyur, dengan kalkulasi sederhana, katakanlah setiap anggota DPRD menghabiskan anggaran Rp. 10 juta, dikalikan dengan 40 orang anggota DPRD, maka APBD Bulukumba harus terkuras Rp.400 juta untuk kegiatan ini.

Apakah bimtek tidak penting? Kata Mansyur, jika tidak penting tentu item kegiatan ini tidak akan bercokol dalam daftar kegiatan yang dibiayai APBD. Terlebih dengan bimtek soal penyusunan APBD, karena berkait dengan rambu-rambu penganggaran serta kelayakan suatu program untuk diakomodasi dalam APBD.

“Tetapi, kadang kala hal yang terklasifikasi sebagai kegiatan penting, tiba-tiba terlihat seperti sampah yang tak berguna jika pada tataran implementasinya mengabaikan akal sehat,” kata Mansyur.

Pengabaian akal sehat, lanjut Mansyur, misalnya dengan menghabiskan anggaran Rp.400 juta untuk sebuah informasi yang sebenarnya dapat diperoleh dengan biaya yang lebih murah. Bedanya, Rp.400 juta bagi akal sehat tentu akan dibelanjakan ke hal-hal yang lebih produktif.

“Jika keadaan-keadaan seperti ini masih terus berlanjut, wajar jika kepercayaan masyarakat pada DPRD semakin tergerus,” tutupnya.

RADAR SELATAN

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top