Peduli Lingkungan, LDII Tanam 2.500 Mangrove – FAJAR sulsel
News

Peduli Lingkungan, LDII Tanam 2.500 Mangrove

Jajaki Transplantasi Karang

TAKALAR,UPEKS.co.id — Umat islam tidak hanya berbuat baik kepada sesama manusia, namun juga harus berkontribusi menjaga kelestarian alam.

Penegasan itu dilontarkan, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Takalar, Muhammad Syahrul disela-sela penanaman Pohon Bakau (mangrove) dan pembersihan pantai kerjasama Pemkab Takalar dan LDII Takalar di Teluk Laikang, Takalar, Sulsel, baru-baru ini. Dalam seremonial go green itu, hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Najib Kasim dan Wakil Ketua LDII Sulsel, Suyitno Widodo.

Dikemukakannya, melalui penanaman mangrove, LDII berupaya mewujudkan Islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta atau rahmatan lil alamin. “Bukan hanya menjadi rahmat untuk umat manusia, tetapi juga rahmat bagi lingkungan, termasuk tumbuh-tumbuhan. Sebagai orang Islam, kita harus mempunyai karakter jujur, amanah, kerja keras lagi hemat, rukun, kompak, dan kerjasama yang baik.

Selain umat Islam juga harus memberikan manfaat kepada sesama manusia maupun lingkungan. Ditambahkannya, tahun 2017, LDII Takalar jajaki kerjasama Dinas Kelautan terkait kerjasama transplantasi terumbu karang. Diprogramkan pembenihan terumbu karang yang sangat bermanfaat dalam menjaga ekosistem laut. Dia mengatakan, 2.000 bibit mangrove yang ditanam merupakan sumbangan swadaya warga LDII. Terdapat 500 bibit lainnya, sumbangan Pemda Takalar.

Sementara itu, Danramil 1426-05 Mangarabombang, Kapten Inf Baso Mattana mengatakan, penghijauan pesisir pantai dipandang penting mengingat fungsi hutan mangrove sebagai paru-paru dunia. “Untuk menahan abrasi atau pengikisan pantai akibat abrasi air laut,” tuturnya disela-sela penanaman mangrove,” ujarnya.

Dikatakannya, usai menanam bersama LDII, pihaknya akan mengawasi mangrove dari tangan-tangan jahil yang akan merusaknya. Pada kesempatan itu, pihaknya menurunkan 16 anggota Koramil Mangarabombang turut membantu menanam mangrove.

Pemuda LDII Muhammad Fajar menguraikan, selain menanam mangrove kesempatan tersebut, dia manfaatkan untuk bersilaturahim dan rekreasi. Penanaman mangrove, diikuti anak-anak, remaja, hingga dewasa. Kegiatan ini juga diikuti mulai anak-anak usia 6 tahun, generasi muda LDII, hingga ibu-ibu,” katanya. (min/arf).

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top