Disbudpar Garap Wisatawan Tiongkok – FAJAR sulsel
News

Disbudpar Garap Wisatawan Tiongkok

Plt-Disbudpar-Sulsel

Sektor Pariwisata

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Guna memperkuat sektor wisata pada 2017 mendatang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel mulai menggarap pasar wisata Republik Rakyat Tiongkok.

Salah satunya upaya yang dilakukan Disbudpar Sulsel adalah bekerjasama dengan maskapai penerbangan langsung (direct flight) dari Tiongkok ke Makassar dan sebaliknya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disbudpar Sulsel, Syafruddin Rahim mengatakan, potensi pasar wisata Tiongkok cukup besar. Apalagi, mereka memanfaatkan era keterbukaan ini dengan berbagai kunjungan ke luar negeri, termasuk Indonesia.

Sehingga, kata dia, Disbudpar Sulsel terus berupaya melakukan promosi ke Tiongkok melalui berbagai media promosi. Dimana, promosinya disesuaikan dengan daerah asal calon wisatawan, karena wilayah Tiongkok terbagi dua wilayah. Yakni, bagian utara yang terdiri dari pegunungan dan selatan yang merupakan wilayah pantai.

“Wisatawan Tiongkok sangat menyukai wisata outbound. Jadi, kita sedang melakukan eksplorasi pasar untuk menentukan siapa yang akan menjadi operator outbound. Tentunya, kita akan mempertemukan operator travel asal Tiongkok dengan yang di Sulsel,” katanya via seluler, Senin (26/12/16).

Apalagi, Syafruddin mengaku, pada bulan Oktober lalu, salah satu maskapai membuka jalur penerbangan dari Nanchang, Tiongkok ke Makassar, tetapi itu merupakan charter flight, dan hanya berlangsung selama dua bulan. “Katanya, kalau Pemda serius, mereka akan hubungkan tour operator Sulsel dengan Tiongkok,” akunya.

Ia mengaku optimistis dengan dibukanya direct flight tersebut, nantinya akan banyak wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Sulsel. Ia mencontohkan Manado yang saat ini sudah ada rute penerbangan dari Tiongkok, padahal sebelumnya juga hanya charter flight.

Syafruddin juga berharap, wisatawan yang masuk ke Sulsel adalah benar-benar untuk berwisata. Pasalnya, saat ini banyak kasus maraknya wisatawan yang masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata, tetapi ternyata datang untuk bekerja.

“Jika ada yang gunakan visa wisata untuk bekerja disini, itu sudah pelanggaran. Kalau ada yang over masa tinggalnya pasti terdata dan akan dilacak oleh imigrasi. Dari pantauan saya pada penerbangan perdana, saya lihat yang datang memang murni wisatawan,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, jumlah wisatawan asal Tiongkok yang masuk melalui pintu gerbang Makassar mencapai 1.077 orang pada bulan Oktober 2016. Jumlah tersebut meningkat drastis dari bulan September 2016 yang cuma 18 orang saja.

Dalam data tersebut, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kenaikan jumlah Wisman asal Tiongkok. Yakni, perbaikan kondisi ekonomi Tiongkok yang terjadi di triwulan ke III/2016, target kunjungan 10 juta wisatawan Tiongkok pada 2019 oleh pemerintah pusat. Terakhir, adalah tersedianya penerbangan langsung dengan rute Namchang-Makassar-Bali sebanyak lima hari sekali dengan sistem Charter flight. (eky/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top