Terinspirasi sang Ibu, Membantu Mahasiswa Kurang Mampu – FAJAR sulsel
News

Terinspirasi sang Ibu, Membantu Mahasiswa Kurang Mampu

laundry

Laundry Kampus (Lupus)

Jasa pencucian pakaian atau yang lebih di kenal dengan istilah laundry semakin mudah ditemukan di berbagai sudut kota Makassar. Potensi penghasilan dari bisnis ini mendekati angka puluhan juta perbulan.

Laporan: Hasmiati Mus
——————————
Makassar

Salah satu pelopor dalam bisnis ini adalah Laundry Campus (Lupus) Makassar yang dirintis sejak tahun 2011.
Owner Lupus, Ahmad Mansyur mengungkapkan, bisnis laundrynya tersebut terinspirasi dari sosok ibunya. Dalam rutinitas harian, disibukkan dengan cucian yang menumpuk sebagai seorang ibu rumah tangga.

Ia kemudian memutuskan untuk mengejar usaha yang diidamkannya itu yaitu bisnis laundry. Berbagai pelatihan diikuti Ahmad, diantaranya program inkubator bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulsel.

Dalam program tersebut, dirinya digembleng dalam manajemen bisnis sehingga mampu menghadirkan laundry Lupus untuk warga Makassar. “Laundry Kampus sendiri menyasar segmen mahasiswa dengan berbagai layanan ekslusif dengan harga bersaing seperti paket Maba, Mapala, kos-kosan dan layanan cuci cepat dengan paket wisuda,” katanya.

Deterjen dan parfum yang digunakan berasal dari serat alami yang tidak mencemari lingkungan. Tak hanya itu, pihaknya juga meminimalkan penggunaan plastik dalam proses pengepakan pakaian.

Setiap tahun, laundry kampus menyalurkan dana CSR Perusahaan kepada mahasiswa kurang mampu dalam bentuk beasiswa pendidikan.

Berbagai macam layanan bisa dinikmati oleh konsumen setia Lupus, yakni cuci pakaian, bed cover, sepatu, karpet, sofa, helm, springbed dan lainya. “Saat ini Lupus telah hadir di 50 kampus dan 600 kos-kosaan serta di kabupaten Gowa dan sedang dalam tahap persiapan di kabupaten Takalar,” tambahnya.

Dengan tagline rapi wangi laksana dosen, pihaknya berharap mahasiswa Makassar identik sebagai kaum terpelajar dan tidak tercederai dengan stigma anarkis.(*)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top