UMKM Outlook 2017 – FAJAR sulsel
News

UMKM Outlook 2017

Bahrul ulum Ilham Konsultan PLUT KUMKM Sulsel

Jelang akhir tahun atau menyambut awal tahun baru biasanya menjadi momentum untuk memprediksi kondisi perekonomian kedepannya.

Secara makro, ekonomi tahun 2017 oleh beberapa pengamat memprediksi akan menghadapi berbagai tantangan. Faktor ekonomi global belum memperlihatkan pemulihan yang cepat, ditandai perekonomian Eropa dan Jepang yang diperkirakan masih melambat.

Permintaan barang dan volume perdagangan dunia masih tetap lemah seiring melambatnya perekonomian China, demikian juga Trumponomic yang belum jelas arahnya serta harga komoditas yang masih lemah diprediksi membuat pertumbuhan ekonomi negara di dunia cenderung stagnan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri oleh pengamat diperkirakan kisaran 5% – 5.3% yang dianggap cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia.

Gambaran kondisi global di atas maka di Indonesia pertumbuhan dan pemerataan harus makin dipicu dengan mendorong ekonomi lokal. Di tengah perlambatan ekonomi dunia, sektor UMKM senantiasa tampil sebagai penyelamat sehingga peran dan kontribusinya harus makin ditingkatkan.

Data Kemenkop UKM RI menunjukkan terdapat sekitar 58 juta kegiatan usaha secara mandiri (self employed), dan sekitar 1,65 persen penduduk telah menjadi pengusaha (entrepreneur) yang dulunya berasal dari bisnis start up (pemula) dan mampu mengembangkan usahanya.

Peran strategis UMKM dalam struktur perekonomian Indonesia makin nyata di mana sekitar 99,9% unit bisnis di Indonesia merupakan UMKM dan menyerap hampir 97% tenaga kerja Indonesia.

Di balik pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada kekuatan modal, akan selalu menyisakan problem kemiskinan, serta sulitnya mewujudkan kesejahteraan yang riil dan merata. Laporan Credit Suisse Research Institute ke-7 tahun 2016 merilis data perekonomian Indonesia dengan kenyataan bahwa kesenjangan ekonomi di tanah air masih sangat lebar.

Disebutkan, total kekayaan rumah tangga Indonesia tumbuh 6,4 persen pada 2016 yang mencapai USD1,8 triliun. Masalahnya, 1 persen dari 164 juta populasi dewasa Indonesia menguasai 49,3 persen dari total kekayaan rumah tangga yang senilai USD1,8 triliun dan menempatkan Indonesia menjadi negara dengan distribusi kekayaan paling senjang ke-4 di dunia.

Disinilah peran penting keberadaan UMKM yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar dan menghidupkan usaha-usaha lokal pendukung lainnya.

UMKM juga berperan nyata membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran dengan merekrut tenaga kerja. Hadirnya sentra-sentra UMKM menjadi salah satu solusi yang mampu menyelesaikan ketimpangan antar desa dan kota serta menggerakkan ekonomi daerah pada umumnya.

Dengan fakta ini adanya keberpihakan perencanaan pemerintah terhadap masyarakat khususnya ekonomi kerakyatan menjadi sangat penting melalui UMKM. Pengembangan UMKM dengan mendorong supaya dapat naik kelas menjadi entrepreneur skala menengah dalam arti bisnis mereka dapat bertumbuh menjadi usaha yang sehat, mantap, menghasilkan laba, dan bankable.

Berbagai paket kebijakan ekonomi pemerintah di tahun 2016 diharapkan UMKM di tanah air makin bergairah di tahun 2017. Dengan implementasi yang baik di apangan diharapkan paket kebijakan struktural yang dirancang dalam paket paket ekonomi ini akan terlihat hasilnya pada semester kedua tahun 2017.

Roda perekonomian di Tahun 2017 akan semakin bergairah karea pemerintah berencana menurunkan bunga KUR. Selain itu, untuk meningkatkan daya saing pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penyaluran pembiayaan UMKM yang berorientasi ekspor yang dilakukan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Exim Bank. Model pembiayaan juga dikembangkan dengan pembentukan platform “crowdfunding” atau urun dana milik pemerintah untuk mendanai proyek-proyek yang dikembangkan UMKM berbasis e-commerce.

Dukungan pengembangan UMKM didorong pula melalui penguasaan IT atau lahirnya kebijakan pemerintah untuk mendukung UMKM digital di Indonesia. Paket Kebijakan XIV tentang peta jalan e-commerce membuat prospek pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) makin cerah. Beberapa aspek regulasi diatur di dalamnya, antara lain, terkait dengan pendanaan, terutama optimalisasi KUR untuk tenant pengembang platform; hibah untuk inkubator bisnis pendamping startup; dana USO untuk UMKM digital dan startup e-commerce platform; angel capital; seed capital dari Bapak Angkat; crowdfunding; dan pembukaan DNI.

Pelaku UMKM kedepannya diharapkan makin maju dengan dukungan pengembangan UMKM melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) di seluruh wilayah Indonesia, melengkapi Pusat Layananan Usaha Terpadu koperasi, usaha Mikro, kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) yang lebih dulu hadir. RKB merupakan program yang dicanangkan Kementerian BUMN sebagai wadah bimbingan dan pelatihan para entrepreneur dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan cara meningkatkan kualitas standarisasi produk dan pemanfaatan digital dalam pengembangan usaha.

Pengembangan UMKM tahun 2017 juga akan diarahkan pada inovasi dan daya dukung Ekonomi Kreatif. Tanpa upaya untuk lebih meningkatkan kreatifitas yang inovatif, peningkatan pertumbuhan UMKM akan terhambat dan kalah bersaing dengan produk UKM dari luar negeri. Para pelaku UMKM dituntu memperkuat kapasitas dan kualitas bisnisnya secara berkelanjutan sehingga bisa bersaing secara global dan menjadi tumpuan ekonomi yang stabil dalam jangka panjang.

Gambaran di atas setidaknya memberikan optimisme di tahun 2017 bahwa Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) sebagai ujung tombak perekonomian warga masyarakat pertumbuhannya makin menggembirakan. Sudah seharusya pelaku UMKM di tanah air menyambut tahun 2017 sebagai tahun kebangkitan untuk bisa “naik kelas” dengan mengembangkan skala usahanya menjadi lebih baik lagi.

Mari menyambut tahun 2017 dengan melakukan evaluasi, juga merancang langkah dengan sederet strategi dan taktik untuk meraih capaian target tang telah ditetapkan. Beberapa langkah standard bisa dilakukan yaitu melihat prediksi perkembangan pasar, memahami peluang dan tantangan, mengukur dan menyiapkan sumber daya, menyusun targeting dan renstra serta menyiapkan langkah impementasi.Selamat menyambut tahun 2017. (**)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top