20 Persen KUR Sasar Usaha Produktif – FAJAR sulsel
News

20 Persen KUR Sasar Usaha Produktif

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Lihat saja, hingga saat ini, penyaluran KUR masih didominasi oleh sektor perdagangan. Padahal, keinginan pemerintah adalah mendongkrak KUR untuk sektor produktif. “Persoalan kami dengan KUR ya untuk ke sektor produksi tuh sedikit sekali.

Dari hampir Rp90 triliun yang telah disalurkan hingga akhir tahun ini, mungkin cuma 20 persen yang ke sektor produktif,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Memang, dia menyadari, untuk mendorong KUR ke sektor produktif, seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan, tidak mudah.

Selain memperhatikan karakteristik sektor penerima KUR, pemerintah juga harus memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudensial) perbankan. Ambil contoh, penyaluran KUR ke sektor pertanian yang masih terhambat. Salah satunya karena masih banyak petani di Indonesia yang tidak memiliki lahan. Sementara, bank cenderung enggan untuk menyalurkan KUR ke petani yang tidak memiliki lahan karena tidak ada kepastian keberlanjutan usaha. “Nah, kami8 harus pikirkan itu. Bagaimana caranya supaya yang tidak punya lahan juga bisa dapat kredit,” ujarnya.

Lebih lanjut Darmin berjanji, akan melakukan kajian lebih lanjut agar penyaluran KUR ke sektor produktif bisa meningkat tahun depan. Sementara itu, Konsultan UMKM, Waqas Mahmoed mengatakan, secara keseluruhan pihaknya menyambut baik KUR yang ada sekarang ini. Pasalnya, tingkat suku bunga relatif kecil yakni 1%. Ini memberi peluang kepada pelaku UMKM terbantu. Dia mengakui, KUR memang lebih baik ke sektor produktif. (mg1-int)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top