Kaleidoskop 2016 – Hukum – FAJAR sulsel
News

Kaleidoskop 2016 – Hukum

1-Supervisor-Kas-BRI-Cabang-Watampone-Basri-Tibe-didampingi-dua-rekannya-bersiap-pulang-usai-menghitung-sekaligus-menerima-uang-kerugian-negara-yang-dikembalikan-ACC-Kamis-8-Desember-lalu.

1-supervisor-kas-bri-cabang-watampone-basri-tibe-didampingi-dua-rekannya-bersiap-pulang-usai-menghitung-sekaligus-menerima-uang-kerugian-negara-yang-dikembalikan-acc-kamis-8-desember-lalu

Pengembalian Kerugian Negara Bernilai Fantastis Jadi Sejarah

Penegakan hukum selama 2016 diwarnai sederet kasus korupsi yang melilit karyawan hingga mantan pejabat PDAM Bone. Tak hanya itu, pengembalian uang kerugian negara dalam jumlah besar juga menjadi sejarah tahun ini.

HERMAN, Watampone

Sepanjang tahun ini, isu korupsi sepertinya didominasi PDAM Bone. Ini diawali dengan persidangan hingga
vonis bebas dua mantan petinggi PDAM, yakni Abd Rahman Azis (Mantan Dirut) danPodang (Mantan Kabag Keuangan). Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone pun mengajukan kasasi atas vonis bebas dua bekas petinggi PDAM Wae Manurunge itu.
“Kami sudah resmi layangkan kasasi soal putusan Rahman dan Podang. Putusan hakim kami anggap tidak sesuai,” kata Abdul Malik SH MH, Kasi Pidsus Kejari Bone.

Setelah proses kasasi berjalan, menyusul dua mantan karyawan PDAM Bone lainnya, A Singkeru Rukka dan A Nursiah ditahan pihak Kejaksaan Negeri Bone setelah keduanya ditetapkan kasus dugaan penggelapan dana pelanggan dan rekening air.
Penahanan keduanya dilakukan pada Kamis 8 Desember lalu. Tak hanya kedua mantan pejabat PDAM Unit Pelayanan Biru itu yang ditahan.

Kejari Bone juga menahan mantan Kabag Teknik PDAM Bone, Hasbullah. Hasbullah ditahan pihak Kejaksaan Negeri Bone Kamis,15 Desember lalu. Dia ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek belanja pegawai dan pengadaan sumur bor. Yang cukup menyita perhatian publik juga adalah pengembalian uang kerugian negara oleh terpidana kasus korupsi proyek irigasi PLJIB 2007-2008, HAM Irsan Idris Galigo alias Andi Cicang (ACC).

Setelah mencairkan dana di Bank Mandiri Cabang Bone sekira pukul 07.00 Wita. Mantan Ketua KNPI Bone itu pun meluncur ke Kantor Kejaksaan Negeri Bone di Jl Yos Sudarso Watampone. Cicang, panggilan akrab putra mantan Bupati Bone itu tiba di kantor korps Adhyaksa itu bersama sejumlah kerabat dan keluarganya, Kamis 8 Desember lalu sekira pukul 10.30 Wita. ACC datang mengenakan stelan jins biru dipadu jaket dan topi berwarna hitam dengan tulisan FASS (Festival Anak Saleh). Setelah menunggu beberapa di atas mobil berwarna putih bernopol DD 99 ES. ACC kemudian digiring masuk ke kantor kejaksaan lewat pintu belakang untuk selanjut menuju ke lantai II, tempat berlangsungnya penyerahan uang.

Mantan legislator Sulsel ini dikawal ketat petugas Lapas Gunung Sari Makassar ditambah personel Polres Bone yang berpakaian preman membawa uang Rp1,7 M dalam sebuah peti plastik. Sebelum uang tersebut diserahkan secara resmi, petugas dari BRI Watampone dipimpin Supervisor Kas, Basri Tibe terlebih dahulu mengitung semua uang tersebut menggunakan mesin penghitung termasuk memeriksa keasliannya.

Kajari Bone, Muh Natsir Hamzah SH di hadapan wartawan, menjelaskan uang tersebut diserahkan sesuai dengan keputusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar pada Jumat 24 April 2015 lalu menetapkan terpidana divonis empat tahun penjara denda Rp200 juta subsidair satu tahun enam bulan. Kemudian uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1.585.500.000.

“Yang bersangkutan menyerahkan semua hari ini uang kerugian negara ditambah denda dengan total Rp1.858.500.000,” jelas Natsir.
Kajari menegaskan setelah menerima uang negara itu dari terpidana maka pihaknya langsung menyetor uang itu ke kas negara melalui BRI Cabang Watampone yang diterima langsung Supervisor Kas BRI Cabang Watampone, Basri Tibe. “Selama puluhan tahun saya di BRI, baru pertama kali melihat pengembalian kerugian negara sebesar ini,” ujar dia sambil berlalu. (*)

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top