Keluarga Korban Desak Polisi Usut Tuntas – FAJAR sulsel
News

Keluarga Korban Desak Polisi Usut Tuntas

kecelakaan

Supir Truk Diduga Tewas Tak Wajar Pasca Kecelakaan

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Kematian supir truk pada kecelakaan beruntun di Desa Passippo, Kecamatan Palakka berbuntut panjang. Keluarga korban menduga supir truk 10 roda tersebut tewas karena dianiaya. Mereka pun segera melaporkan kasus ini ke polisi. Keluarga korban menemukan beberapa luka tak wajar di tubuh Ahmad saat dimandikan. Selain sejumlah luka yang sudah tercatat dalam hasil visum dokter RSUD Tenriawaru, beberapa luka lain ditemukan di bagian tubuh korban saat dimandikan, seperti luka lebam di punggung dan di betis. Tak hanya itu, saat mandikan juga keluar cairan berwarna putih dari bagian kepala yang diduga isi otak korban.

“Kematian Ahmad tidak masuk akal jika dia meninggal tanpa ada tindak kekerasan. Karena di badannya ada yang luka. Bahkan pada saat dimandikan selain luka di kepala dan muka juga ada warna hitam seperti bekas pukulan di bagian punggung serta bagian betisnya,” tutur Muliadi didampingi istrinya Sarniati, sepupu korban saat ditemui RADAR BONE, Selasa 27 Desember kemarin.

Ditambahkan Sarniati, dirinya juga melihat hal yang janggal dalam kejadian itu, yakni posisi korban ditemukan tergeletak di belakang truk dengan sejumlah luka di tubuhnya. Karenanya, mustahil, kata dia jika korban tewas akibat terbentur. Apalagi tidak ditemukan bekas luka atau kerusakan di mobil. Makanya, dia mendesak pihak kepolisian untuk menyelidiki dugaan penganiayaan dalam kasus kecalakaan truk 10 roda versus dua avanza itu.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki kejadian itu. Supaya dapat diketahui apakah korban mati dibunuh atau tidak. Karena pada saat saya datang menjemput itu mayat berada di belakang truk, kemudian banyak lukanya. Kami tidak menuduh, tapi itu perlu diselidiki untuk dipastikan penyebab kematiannya, karena saya sendiri orang awam, tapi jika melihat kondisi korban tidak masuk akal jika meninggal akibat terbentur di mobilnya saat menabrak. Karena tidak ada juga bekasnya di mobil, sedangkan mayatnya bukan ditemukan di tempat duduknya,” tegas Sarniati.

Agar kasus ini segera menemui titik terang, Muliadi menambahkan pihaknya segera melaporkan dugaan tindak kekerasan dalam kematian Ahmad ke polisi. “Saya akan laporkan ke polisi untuk ditindak lanjuti, karena tentu polisi lebih mengetahui hal seperti itu,” jelasnya. Muliadi mengatakan kepergian Ahmad meninggalkan luka mendalam bagi dirinya dan keluarga. Betapa tidak, pria ini mengaku masih sempat berkomunikasi via telepon dengan korban sebelum meninggal dunia.

Muliadi mengakui sesaat sebelum kejadian dirinya sempat berbincang dengan korban menanyakan kesiapannya untuk menghadiri sebuah hajatan pernikahan di Lamuru. “Waktu saya te-lepon, dia bilang posisinya sudah di Passippo. Setelah sampai di rumah, saya telepon ulang tapi orang lain yang angkat. Orang yang meng-angkat teleponnya mengatakan korban sudah meninggal,” cerita Muliadi. Kini mayat korban sudah dimakamkan di Lamuru.
Sementara itu pihak kepolisian masih mendalami kasus kecelakaan tersebut, termasuk penyebab kematian supir truk.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Syamsulipu menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan kematian sang supir truk. Dia mengatakan, meski keterangan awal dari warga setempat menyebutkan, Ahmad diduga tewas di atas mobil sebelum mobil truk 10 roda yang dikemudikan berjalan mundur.

“Keterangan awal dari warga memang supir meninggal di atas mobil. Namun itu masih informasi awal, kami akan terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi,” katanya. Dia menambahkan, untuk sementara tiga mobil yang terlibat kecelakaan diamankan di di Mapolres Bone guna proses penyelidikan.“Mobilnya masih diamankan, karena proses penyelidikan terus berjalan,” tutupnya

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di jalur poros Bone-Makassar, tepatnya di Desa Passippo, Kecamatan Palakka, Minggu 25 Desember sekira pukul 17.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun RADAR BONE, insiden tersebut bermula pada saat mobil truk berwarna putih dengan nomor polisi DW 9840 AB yang dikemudikan Ahmad melintas di jalan menanjak. Saat itu tiba-tiba mesin mati, kemudian truk 10 roda bermuatan pasir itu berjalan mundur. Akibatnya dua unit mobil merek Avanza yang ada dibelakangnya diseruduk dan mengalami kerusakan berat.

Sementara sopir truk yang menabrak dua mobil avanza tersebut ditemukan warga dalam keadaan tewas di jalan tak jauh dari mobilnya. Ahmad tewas dengan luka terbuka pada bagian kepala dan bagian rahangnya. Ahmad adalah warga Jl Salak, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat.“Supir ditemukan tergeletak di pinggir jalan tak jauh dari mobilnya,” kata Suardi, seorang pengendara yang kebetulan melintas di TKP. Suardi mengaku melihat supir truk me-ninggal dan terbaring di pinggir jalan dalam keadaan wajah dan kepalanya dipenuhi darah.

Berdasarkan keterangan petugas bagian kamar mayat RSUD Tenriawaru Bone. Di tubuh, Ahmad ditemukan sejumlah luka terbuka. Kemudian lebam di bagian tubuhnya diantaranya, luka robek pada dahi diperkirakan 1 cm, gigi bawah goyang, lebam dan bengkak pada kelopak mata, darah keluar dari hidung dan mulut, luka lecet pada jempol kaki. Di bagian dahi juga ditemukan luka, tapi bekas luka lama.
“Hasil visum itu hanya luka bagian luar saja,” kata perawat jaga bagian kamar mayat, Rijal saat ditemui RADAR BONE, Senin 26 Desember lalu.

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top