Korban Pemukulan Oknum Polisi Desak  Penyidik Percepat Proses Hukum – FAJAR sulsel
News

Korban Pemukulan Oknum Polisi Desak  Penyidik Percepat Proses Hukum

screenshot_2016-12-28-02-01-27

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB– Korban pemukulan yang diduga dilakukan oknum polisi, Brigadir AM mendesak pihak Propam Polres Bone bertindak tegas. Basri Alam Bin Tahu (43) yang bertandang ke Kantor Graha Pena RADAR BONE Selasa 27 Desember mengatakan, meski sudah melapor dengan nomor LP/ 248/10/2015/Res Bone/ 13-4-2015 satu tahun delapan bulan lalu, sampai saat ini laporan tersebut belum juga dituntaskan.

Basri mengaku sudah beberapa kali menanyakan kelanjutan kasus ke penyidik namun pihak penyidik terkesan saling lempar tanggungjawab.

” Waktu saya hubungi, penyidik mengatakan tinggal dilakukan gelar perkara. Setelah saya hubungi lagi penyidik saling tunjuk. Saya juga hubungi kanitnya namun hasilnya sama. Hingga saat ini berkas laporan itu tidak ditau keberadaannya dimana,” tutur, Basri.

Warga Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, ini mengatakan akan terus berjuang demi mendapat keadilan.

“Saya berharap agar kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Jangan karena pelaku adalah oknum polisi hingga terkesan tidak diseriusi atau bahkan dilindungi,” tambahnya.

Basri membeberkan kronologi kejadian saat itu dia masuk ke THM Venom yang terletak di Jl MH Thamrin, Watampone.

Saat alunan musik dj mengiringi pengunjung. Dia berjalan di belakang pelaku yang sedang asyik menikmati musik bersama beberapa rekannya. Tanpa ada senggolan seorang rekan pelaku mencekik leher korban.

Penganiayaan tak sampai disitu, pelaku diduga memukul menggunakan tangan kosong yang mengakibatkan korban mengalami luka memar pada kepala dan bibir bagian bawah.

“Saya tidak melawan cuma berusaha menghalangi kepala menggunakan tangan agar tidak terkena pukulan keras,” jelasnya.

Kasi Propam Polres Bone, Iptu Muh Nasir menegaskan akan memproses dan menindak tegas jika pelaku terbukti melakukan pelanggaran.

“Tetap ditindak lanjuti tidak akan mungkin berhenti kecuali korban mencabut laporannya. Pidana dulu diproses kemudian pelanggaran disiplin. Kalau polisi dua kali kena hukuman,” katanya.

Muh Nasir menambahkan, Brigadir AM memang selama ini kerap berulah bahkan baru kurang lebih sepekan lepas dari tahanan dengan kasus penganiayaan di THM terhadap korban, Maman ditempat yang sama.

“Yang bersangkutan baru menjalani hukuman kurungan dengan kasus penganiayaan. Tak lama lagi saya akan sidang disiplin,” tambahnya.

RADAR BONE

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top