Lahan Hambat Investasi – FAJAR sulsel
News

Lahan Hambat Investasi

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Indeks Ekonomi Politik Indonesia (IEPI) menilai pembangunan yang dilakukan di daerah masih akan terhambat dari pembebasan lahan. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap roda perekonomian baik di tingkat pusat maupun di daerah. Olehnya itu, tahun depan pemerintah mesti melakukan pembenahan dari segi pembebasan lahan.

Demikian diungkapkan Peneliti IEPI, Salamuddin Daeng saat menjadi pemateri pada acara Rapat Kerja Evaluasi 2016 dan Porgram 2017 Fajar Grup, di Gedung Graha Pena Makassar, Selasa (27/12) kemarin. Menurutnya, kondisi demikian akan berimplikasi terhadap roda perekonomian secara nasional.

Akademisi Universitas Bung Karno ini menilai, secara makro perekonomian nasional atau Indonesia tidak secerah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hambatan dan tantangan masih mengahantui. Diantaranya, goncangan secara global. Dimana rata-rata pertumbuhan perekonomian luar negeri semakin suram.

Begitupula melemahnya perekonomian negara berkembang China. Dimana pemerintah China mematok pertmbuhan ekonominya hanya sampai pada angka 6,5%. “Saya kira memang mengkhawatirkan,” ujarnya.

Hal lain membuat perekonomian kurang membaik yakni terpilihnya presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam penjelasannya, dia menyebutkan, baru-baru ini dunia telah digegerkan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai pemimpin baru Negara Amerika Serikat. Donald memiliki kebijkan yang sangat kontroversial.

Donald Trump dengan melakukan ekspansi fiskal yaitu meningkatkan pembelanjaan Negara untuk pembangunan infrastruktur negara yang tentunya sangat menarik masyarakat Amerika Serikat. Dengan terpilihnya Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat tentu akan merubah perekonmian dunia, tentu juga akan mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Ada beberapa kebijakan yang berpotensi merugikan perekonomian Negara.

“Begitupula permintaan ekspor yang diproyeksi semakin melemah. Hanya perang bisa mendorong ekonomi,” tandasnya. Pada kesempatan itu, dia sempat membahas gini ratio atau kesenjangan terjadi di Kota Makassar. Dalam penjelasannya, dia mengatakan, permasalahan kesenjangan meski diatasi secepatnya, termasuk di Kota Makassar memiliki 0,41. Diskusi tersebut dipandu Direktur Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks), Silahuddin Genda.

Sementara itu, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang didaulat memberi pencerahan mengatakan, di Kota Makassar salah satu permasalahan yang akan diselesaikan yakni tingkat kesenjangan. Langkah yang akan ditempuh yakni mengembangkan usaha lorong. Potensi usaha di lorong-lorong cukup banyak. Langkah kongkrit yakni menganjurkan warga menanam lombok. (her).

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top