Mobil 7 Seater jadi Incaran – FAJAR sulsel
News

Mobil 7 Seater jadi Incaran

3440

Pasar Otomotif 2017

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Kondisi pasar otomotif yang belum stabil di tahun ini diproyeksi bakal berlanjut hingga 2017 mendatang. Bahkan, sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) memprediksi pasar otomotif akan stagnan.

Kepala Cabang PT Astra International (AI) Daihatsu Sales Operation (DSO) Cabang Urip Sumiharjo, Andyka Susanto mengatakan, trend 2017 dianggap sama dengan tahun ini. Dimana, segmen yang mendominasi masih MPV Low bonet (Xenia), Pick Up (PU) dan segmen baru yaitu LCGC 7 seater (Sigra).

“Segmen baru yaitu LCGC (gabungan LCGC 5 seater Ayla dan 7 seater Sigra). Kontribusi segmen-segmen di Sulsel untuk MPV Low bonet berkontribusi sebesar 21%. PU berkontribusi 18% LCGC kontribusi 23%,” katanya.

Kepala Wilayah PT Astra International (AI) Daihatsu Indonesia Bagian Timur (IBT), Kroda Kalantara menyebutkan, ada pergeseran dengan munculnya Sigra dan Calya di segmen yang hampir sama. “Kalau kita lihat secara market share, segmen MPV Low per Agustus masih menguasai pasar sebanyak 24%. Tapi menurun hingga 12% pada Oktober lalu,” ujarnya.

Jika berdasarkan data untuk segmen LCGC MPV Low yang ditempati Sigra, Calya dan Datsun Go + ini menunjukkan kenaikan market share sebesar 23% dari munculnya hingga Oktober 2016 ini. Pada september segmen ini berada pada posisi market 515 unit (17%) dan meningkat ke angka 675 unit (23%).

Kroda menuturkan, faktor yang menyebabkan tergerusnya market share di segmen MPV Low itu dikarenakan adanya kemiripan fungsi pada kedua segmen tersebut yakni sama-sama seven seater (7 penumpang).

“Intinya orang mau punya mobil kan agar tidak kehujanan, kepanasan serta harga lebih terjangkau dan muat banyak. Apalagi segmen MPV entry ini menyasar anak muda yang sudah berkeluarga dan memiliki satu atau dua orang anak,” akunya.

Penjualan tahun depan untuk Daihatsu, kata dia, akan mengikuti prediksi market. Karena pihaknya memperkirakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini.

Sementara CEO Kalla Toyota, Hariadi Kaimuddin menuturkan, pergeseran minat tersebut wajar dikarenakan harga jauh lebih terjangkau dan keunggulan produk yang bagus atau bisa disebut hampir sama.

“Kalau dari sisi pembeli sih banyak kesamaan yah. Karena banyak juga pembelinya Avanza (MPV Low) pindah ke LCGC MPV Low seperti Calya dan Sigra,” ujarnya.

Tidak hanya itu, faktor tersebut juga didasari karena pertumbuhan ekonomi yang belum stabil, tingkat suku bunga dan ketatnya kredit serta di kuartal III adanya pelaksanaan tax amnesty yang menyedot uang masyarakat. “Jika kami bandingkan dengan tahun lalu, semester I tahun ini jauh lebih baik. Tapi masuk ke semester II mulai terjadi perlambatan perekonomian,” jelasnya.

Menurutnya, semua akan kembali ke kondisi ekonomi di tahun 2017. Jika membaik pasti akan sama, namun jika stagnan pasti masyarakat akan cenderung memilih produk yang terjangkau.

Hingga akhir tahun 2016, Hariadi menargetkan, penjualan di wilayahnya mencapai 19 ribu unit. Dan memprediksi market sharenya berada pada kisaran di 40 persen.

Berdasarkan data Police Register (Polreg) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) yang diperoleh, Rabu (16/11/16), jumlah mobil yang terjual di Sulsel sepanjang Januari-Oktober 2016 sebanyak 27.900 unit atau rata-rata 2.790 unit per bulan.

Dari total penjualan selama 10 bulan tersebut, Toyota masih menempati posisi pertama dengan kontribusi 9.715 unit. Posisi kedua ditempati Daihatsu yang terjual sebanyak 6.715. Honda menempel di angka 5.485 unit. Suzuki menempati urutan keempat dengan kontribusi 2.097 unit. Lalu Nissan sebanyak 1.344 unit.

Sementara Mitsubishi dan Isuzu masing-masing sebanyak 1.154 unit dan 537 unit. Selebihnya dari brand lain diantaranya Mazda, Hino, BMW, dan Mercedez Benz.Para APM dan dealer pun memprediksi total penjualan hingga akhir tahun 2016 naik 5.000 hingga 6.000 unit.(nda/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top