Jabatan Terbatas, Pejabat Nonjob – FAJAR sulsel
News

Jabatan Terbatas, Pejabat Nonjob

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Sekira 1.637 pejabat dalam lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) dilantik di Anjungan Pantai Losari, Kamis (29/12/2016).

Jabatan berkurang 60 posisi sesuai Perda No 8/2016 tentang perangkat daerah Kota Makassar. Awalnya ada 1.697 jabatan mulai eselon II hingga eselon IV.

Alhasil, beberapa pejabat tidak lagi kebagian jabatan. Informasi yang dihimpun, tiga pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak lagi mendapat kepercayaan dari Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Pejabat yang dimaksud, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Masri Tiro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ismail Tallu Rahim dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yunus.

Pejabat lurah pun tidak luput dari nonjob. Ramdhan mengaku, sebanyak 32 lurah yang dicopot dari jabatannya.”Eselon II ada 4 atau 3, 32 lurah tidak kebagian jabatan lagi,” aku Ramdhan usai memantau lokasi pelantikan di Anjungan Pantai Losari, Rabu (28/12/2016).

Danny, sapaan Ramdhan, menuturkan, beberapa pejabat lainnya bakal dimutasi. Pergeseran tersebut untuk menghindari pejabat nonjob. Pasalnya, beberapa SKPD dihilangkan sesuai aturan baru.

Menurutnya, pelantikan sesuai hasil penilaian objektif selama ini. Semua pejabat berhak mendapat jabatan dengan catatan menunjukkan kinerja maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Lalu, ada 11 jabatan yang dilelang. Jabatan yang dilelang menjadi kewenangan panitia seleksi untuk merekomendasikan tiga nama dari setiap pejabat. Danny pun siap menunjukkan rumusan-rumusan skor penilaian kinerja pejabat.”Yang mau lihat boleh,” kata Danny.

11 jabatan ini terdiri dari 6 jabatan yanh diisi pelaksana tugas dan 5 jabatan baru. Jabatan baru, kata Danny, akan diisi pejabat lama karena ada 4 SKPD yang hilang.

Pelantikan juga mencakup untuk kecamatan baru, Kecamatan Sangkarrang. Ada tiga nama yang berpeluang menjabat di wilayah kecamatan kepulauan tersebut.

Mereka, yakni Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tamalate, Firnandar Sabara, Sekcam Bontoala, Mahyuddin dan Sekcam Tamalanrea, Aswin.

Prosesi pelantikan dimulai untuk pejabat eselon II. Pejabat eselon II dilantik di atas kapal pinisi. Lalu, menyusul pelantikan camat, masih diatas pinisi. Sisanya, dilantik di pelataran Anjungan Pantai Losari. Usai pelantikan, pejabat diinstruksikan untuk melakukan penanaman bunga sepanjang pelataran pantai.

Salah satu pejabat yang dikonfirmasi, Kepala BLHD Makassar, Masri Tiro belum mendapat panggilan ke Hotel Aryaduta hingga berita ini dimuat. Padahal, sejumlah pejabat dipanggil walikota dan akan diberikan undangan pelantikan di hotel tersebut.
“Belum ada, saya mau ke Fajar ada dialog,” singkatnya.

Sebelumnya, Kabag Ortala Makassar, M Syarief mengaku, jabatan memang berkurang 60 posisi sesuai eselonisasi. Sekira 44 pejabat eselon IIb berubah menjadi 41 pejabat.

Lalu, Eselon IIIa berjumlah 70 dari 67 pejabat sebelumnya. Eselon IIIb menjadi 146 pejabat atau berjumlah tetap. Eselon IVa bertambah 44 dari 694 jadi 738 (dinas dan kecamatan), serta eselon IVb berkurang 104 dari 746 jadi 642 (kelurahan).

Aturan baru juga mengamanahkan peleburan empat SKPD, yakni Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat), Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DPK), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) dan Badan Narkotika Kota (BNK).
“SKPD yang dilebur bergabung dengan SKPD lainnya,” kata Syarief.

Di mana, Badiklat bergabung dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), DPK bergabung ke Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD), BPM bergabung ke Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) dan BNK ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Selain itu, perda juga menyebabkan adanya SKPD yang baru, yakni Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Dinas Perpustakaan, Dinas Kebudayaan, Dinas Pertanahan dan Dinas Ketahanan Pangan. (rul/ris)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top