Kredit Investasi Mendominasi – FAJAR sulsel
News

Kredit Investasi Mendominasi

Kredit Perbankan

MAKASSAR,UPEKS.co.id — Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulsel, mencatat kinerja Perbankan di Sulsel pada Oktober 2016 menunjukkan peningkatan.

Dimana, total Aset Perbankan Sulsel sebesar Rp124,03 triliun atau tumbuh 10,51% (yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun tercatat Rp81,42 triliun atau tumbuh 13,66% (yoy). Pertumbuhan DPK tertinggi dicatat oleh deposito 22,50% (yoy), kemudian tabungan 10,92% (yoy) dan giro tumbuh 5,25% (yoy).

Kredit yang disalurkan perbankan tercatat Rp102,66 triliun atau tumbuh 13,90% (yoy). Pertumbuhan kredit tertinggi dicatat oleh kredit investasi sebesar 16,24% (yoy) diikuti modal kerja 13,68% (yoy) dan konsumsi 13,03% (yoy).

Secara sektoral, pertumbuhan kredit tertinggi tercatat pada Industri Pengolahan 55,45% (yoy), diikuti Perikanan 38,24% (yoy), dan Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan sebesar 29,13% (yoy).

Berdasarkan lokasi, penyaluran kredit tertinggi tercatat di Kota Makassar sebesar 65,68%, diikuti Parepare 5,03% dan Kota Palopo 3,33%.

Sedangkan untuk pembiayaan perbankan Syariah, disalurkan pada Oktober 2016 tercatat Rp5,77 triliun atau tumbuh
0,12% (yoy). Pertumbuhan pembiayaan tertinggi dicatat oleh pembiayaan konsumsi 3,52% (yoy), diikuti pembiayaan modal kerja 3,04% (yoy), sedangkan pembiayaan investasi mengalami kontraksi -12,49% (yoy).

Sementara untuk kredit sektor properti atau konstruksi diprediksi bakal bergairah di awal tahun 2017 mendatang.
Menurut Pemimpin BNI Wilayah Makassar, Slamet Djumantoro, kredit di sektor konstruksi ini bergairah sejalan dengan program Presiden Jokowi. “Yang terbesar kami layani itu customer Makassar, tapi proyeknya biasa di luar kota Makassar,” katanya.

Slamet menuturkan, dari Januari-Nopember 2016, pihaknya telah mengeluarkan dana kredit sebesar Rp1,5 triliun khusus Konstruksi dari total kredit secara keseluruhan sebesar Rp6 triliun. Atau kouta untuk pembiayaan kredit konstruksi sebesar 30%.

Untuk suku bunganya sendiri, pihaknya menawarkan suku bunga sebesar 11-12% per tahun. Hingga saat ini, total debitur pada BNI sebanyak 200 kontraktor khusus di jasa Konstruksi.

Sedangkan Head of Consumer Bank DKI Makassar, Andika mengungkapkan, pihaknya menyasar konsumen untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). “Kita fokus KPR karena properti di Makassar berpotensi dan menjanjikan,” ungkapnya.

Andika menuturkan, Bank DKI menawarkan KPR dengan bunga 10% yang fix setahun. Segmennya untuk kalangan menengah atas bagi pegawai atau karyawan tetap di Kota Makassar.

Pihaknya membidik developer-developer untuk KPR dengan nilai mulai Rp100 juta hingga Rp3 miliar. Bank DKI juga melayani KPR refinancing dengan bunga 11 persen. “KPR refinancing dengan jangka sampai 15 tahun,” terangnya. “Tahun depan, kita juga masih fokus pada sektor KPR,” tutupnya.(nda/rif)

UPEKS

loading...
Click to comment
To Top