OJK Minta Waspadai Investasi Ilegal – FAJAR sulsel
News

OJK Minta Waspadai Investasi Ilegal

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sebagai lembaga pengawasan sektor jasa keuangan, tentu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan selalu mengawasi aktivitas setiap lembaga jasa keuangan secara intens. Salah satu aspek yang dimonitoring oleh OJK adalah soal investasi ilegal. Karena saat ini, investasi ilegal mulai bermunculan, OJK pun meminta masyarakat untuk lebih waspada.

Khusus untuk di Sulawesi Selatan, OJK Regional VI Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, belum menemukan jumlah pasti dari investasi ilegal di tahun 2016 ini. Hal itu diakui langsung oleh Deputy Director of Financial Services Institution Supervision 2 and Licensing OJK Regional VI, Ahmad Murad, kepada Upeks, saat diwawancarai di kantornya, Makassar, Rabu (28/12/16).

Sejauh ini, kata Ahmad Murad, OJK Regional VI hanya mengurusi Un Swissindo. “Nah, Un Swissindo ini punya dokumen yang kita miliki ini mengaku bisa melunasi utang masyarakat yang ada di Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Makanya ada 6 bank yang sudah mengaku punya uang di sana. BCA, BRI, BNI, Danamon, termasuk Bukopin.

Di sana itu uang mereka. Konon seperti itu. Memang kita belum melihat apakah ada instrumen yang dijual dari Un Swissindo dalam arti kata investasi,” ujarnya. Meskipun di Sulsel belum bisa dipastikan, di tempat lain, yang masih di wilayah OJK Regional 6 sudah ditemukan modus investasi ilegal. Ahmad memberi contoh di Sulawesi Tengah.

Tahun 2014 yang lalu OJK Regional VI menemukan modus investasi ilegal pada perusahaan bernama PT Misi. “Nah, itu menghimpun dana dari masyarakat. Ada perjanjiannya. Jadi kalau kita menyetor 10 Juta, tiga bulan kemudian dapat berapa juta gitu, itu ada dalan perjanjiannya. Ada ditentukan bagi hasilnya berapa dan keuntungannya berapa. Itu 6 persen perbulan. Sedangkan 6 persen dikalikan 12 bulan, itu jadi kurang lebih 60 persen.

Itu ada yang begitu di Sulawesi Tengah,” ujarnya. Untuk mengantisipasi investasi ilegal, Ahmad menegaskan masyarakat harus diperkuat pemahamannya mengenai bagi hasil, profit dan bunga, mengenai instrumen-instrumen investasi, mengenai apa itu giro, deposito dan sebagainya. “Jadi untuk membentengi masyarakat. Mumpung belum terjadi di Sulsel ini,” ujarnya. (mg3/suk)

Ini Ciri-ciri Investasi Ilegal

OJK juga menyarankan pada masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri umum dari model investasi ilegal, agar bisa terhindarkan dari praktik yang merugikan itu. Ahmad Murad memaparkan, setidaknya ada dua ciri yang perlu dikenali.

* Pertama

Dia menjanjikan bunga yang tinggi perbulan. Biasanya rata-rata di atas 5%, dan jauh lebih tinggi dari bunga perbankan. “Perbankan kita tahu, 7,25 persen dan itu dijamin oleh JPS. Kalau misalnya bank, taruhlah contoh ada bank X dan ada izinnya. Dia menjanjikan bunga 10 persen. Masyarakat tetap harus hati-hati, kenapa banknya ini mengasih bunga 10 persen sedangkan bunga yang dijamin JPS hanya 7,25 persen. Itu harus dipertanyakan. Itu legal apalagi yang tidak ilegal,” ujarnya.

* Kedua

Periksa dokumennya. Karena biasanya sasarannya mereka itu petani yang kalau habis panen banyak uangnya. Oknum itu sering menawarkan pada petani untuk menyimpan uang di perusahaan mereka dengan janji keamanan uang. Biasanya mereka tawarkan bunga 5 persen perbulan. “Nah, kalau dalam kasus seperti itu mesti ditanya, bapak atau ibu dari mana. Nama perusahannya apa, dan minta surat perizinannya.

Pasti dia perlihatkan SIUP karena membangun PT pasti punya SIUP. Nah, jangan parcaya dulu. Minta juga izin dari OJK. Kalau dia tidak bisa tunjukkan itu jangan dipercaya. Karena, misalnya koperasi, nama koperasi itu gampang sekali dibuat. Tinggal dibuat anggaran dasarnya sama notaris. Tapi disahkan tidak badan hukumnya oleh Kementrian Hukum dan HAM, izin dari Dinas Koperasi,” terangnya. (mg3/suk)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top