Pendidikan Gratis, Solusi Mengatasi Kesenjangan Sosial – FAJAR sulsel
News

Pendidikan Gratis, Solusi Mengatasi Kesenjangan Sosial

Refleksi 2016 dan Outlook Sulsel 2017

program pendidikan yang dilaksanakan, Gubernur Sulsel mampu mengatasi kesenjangan pendapatan dan pendidikan.
Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Sulsel harus menjadi garda terdepan di tengah masyarakat, mengatasi dinamika sosial yang semakin kompleks.

Laporan: Muh. Aking
—————————
Makassar

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat mengukuhkan pengurus IPSM Sulsel yang dirangkaikan dialog Refleksi 2016 dan Outlook Sulsel 2017, di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Rabu (28/12/16).

Menurut Syahrul, tugas IPSM adalah memastikan hadir kedamaian di sekitar mereka. Menghadirkan anak-anak yang memiliki kemampuan intelektual yang baik, mengedepankan solidaritas dan gotong royong.

“Indonesia adalah negara yang memiliki segalanya. Indonesia bisa lebih hebat dari Singapura, Jepang, bahkan Jerman. Tugas kita semua, termasuk IPSM untuk menghadirkan Indonesia yang makin baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IPSM Sulsel, Irman Yasin Limpo menuturkan, salah satu dinamika sosial adalah kemiskinan, kesenjagan sosial, kenakalan remaja, dan maraknya narkoba. Sehingga, IPSM dan masyarakat harus menghadapi masalah tersebut secara bersama-sama.

Melalui IPSM Sulsel, Irman juga meminta agar Gubernur Sulsel tetap melanjutkan program pendidikan yang selama ini telah dilaksanakan. Seperti pendidikan gratis, SPP gratis untuk mahasiswa, dan beasiswa S2 hingga program Doktoral.

Sebab, menurut dia, melalui program pendidikan yang dilaksanakan, Gubernur Sulsel mampu mengatasi kesenjangan pendapatan dan pendidikan. Karena itu, program-program pendidikan tersebut harus dilanjutkan.

“Kita harus akui kalau Pak Gubernur bisa mengatasi kesenjangan. Program pendidikan gratis, SPP gratis bagi mahasiswa, S2 dan Doktoral. Kita harus melanjutkan program ini,” katanya.

Irman menuturkan, secara kelembagaan IPSM dulunya bernama FKPSM. Komunitas pekerja sosial yang mengedepankan kesetiakawanan, yang memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya masalah sosial.

“Selama ini, FKPSM memberikan kontribusi kecil terhadap pembangunan kemasyarakatan, pendekatan pasca masalah sosial, seperti bencana kebakaran, bantuan modal, bedah rumah, bantuan keluarga miskin, dan lain-lain. Kami berharap ada pendekatan baru, agar kontribusi kecil bisa berdampak besar,” terangnya.

Ia mengatakan, dengan kepengurusan baru tidak lagi melakukan pendekatan kelembagaan tapi juga fungsional. Irman berharap pada tahun 2017, IPSM bisa membangun peta jalan untuk memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat, dengan membantu pemerintah meningkatkan kualitas masyarakat. “Kami berharap Pak Gubernur tidak lepas dan tidak pernah jauh dari IPSM,” kata Irman.(*)

UPEKS

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top