Sehari, Tiga Sekolah Dibobol – FAJAR sulsel
News

Sehari, Tiga Sekolah Dibobol

erwin-surahman-2

Sekolah Jadi Sasaran Aksi Pencurian

WATAMPONE, RB—Sekolah menjadi sasaran aksi pencurian. Bayangkan, dalam sehari ada tiga sekolah dibobol. Aksi pencurian ini diduga dilakukan sindikat yang menggunakan mobil saat beraksi. Awalnya pihak SMP Negeri 2 Cina digegerkan dengan pembobolan ruang koperasi pada sekolah tersebut. Sejumlah barang koperasi seperti susu kaleng dan susu bubuk raib digondol maling. Maling masuk ke ruang koperasi dengan cara mencungkil pintu.

Kepala SMPN 2 Cina Hj Darmiati, SPd memperkirakan maling beraksi pada Selasa dinihari, 27 Desember lalu. “Akibat dari kejadian ini, koperasi sekolah mengalami kerugian berkisar Rp1 juta,” kata Darmiati saat ditemui RADAR BONE, Rabu, 28 Desember kemarin.
Belum reda menjadi perbincangan warga di Kecamatan Cina. Kabar pencurian juga muncul di SMA Negeri 1 Cina.

Di sekolah ini, komplotan maling berhasil membawa kabur 14 unit komputer beserta CPU.
Pencuri diperkirakan menjalankan aksinya pada pukul 13.00 Wita. Ini diperkuat kete-rangan salah seorang siswa SMAN 1 Cina bernama Wisnu Ahmad yang sempat melihat ada mobil Avanza berwarna hitam masuk di areal sekolah. “Kami perkirakan pelaku beraksi saat siswa pulang sekolah, karena pada pukul 13.00 Wita, rata-rata siswa dan guru sudah tidak ada lagi di sekolah,” ungkap Drs Muhammad Syahrir, Kepala SMAN 1 Cina kepada RADAR BONE, Rabu 28 Desember kemarin.

Syahrir mengatakan pihaknya baru mengetahui sekolahnya dibobol maling setelah pegawai tata usaha hendak menggunakan komputer pada pukul 15.00 Wita menemukan komputer sudah raib. Pegawai ini pun lalu me-laporkan kejadian itu kepadanya. “Mendengar informasi itu, saya pun langsung terjun ke TKP untuk melihat berapa unit komputer yang diambil oleh pencuri,” ungkapnya.

Sebelum dicuri, guru dan pembina pramuka masih sempat menggunakan komputer tersebut pada pukul 09.30 -11.00 Wita di ruang Tata Usaha. Ke-14 unit komputer yang dibawa kabur maling itu, kata Syahrir merupakan bantuan pemerintah pusat tahun 2014 yang bernilai Rp98 juta. “Saya berharap kasus yang menimpa SMAN 1 Cina, segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Kalau perlu diusut sampai tuntas, supaya pelaku pencurian bisa secepatnya ditangkap dan dijatuhi hukuman,” pintanya.

Kejadian serupa terjadi di SMKN 1 Barebbo sejam kemudian, tepatnya sekira pukul 14.00 Wita. Sedikitnya 20 unit komputer ditambah 1 unit laptop, LCD plus sertifikat tanah raib digondol maling. Guru SMKN 1 Barebbo Syam-suriadi, SPd mengatakan ini me-rupakan kasus pencurian pertama menimpa sekolahnya. “Sejak saya mengajar di sini, barusan ada kasus pencurian yang menimpa sekolah kami,” ungkapnya.

Syamsuriadi memperkirakan aksi pencurian di sekolahnya terjadi sekira pukul 14.00 Wita. Berdasarkan dengan informasi dari masyarakat setempat pada waktu tersebut, ditemukan mobil Avanza berwarna putih yang ma-suk ke arah sekolah. “Masyarakat setempat tidak merasa curiga, karena mobil itu tidak langsung masuk ke pekarangan sekolah dari depan, melainkan mobil itu justru berbelok melewati jalan yang ada di samping sekolah,” beber Syamsuriadi.

Ini juga diperkuat dengan kerusakan pintu kantor tata usaha. Dia memprediksi pencuri masuk dari arah samping sekolah langsung menuju ke ruang Tata Usaha dan ruang laboratorium komputer. Pintu yang dilengkapi dengan besi pengamanan di rusak gemboknya. “Kalau melihat aksinya, sepertinya pelaku memang orang profesional dan terencana,” ujarnya.
Di Kantor Tata Usaha, kata Syamsuriadi maling berhasil mengambil 2 unit komputer milik TU. Kemudian kamera merek Canon, sertifikat tanah sekolah, 1 unit laptop plus LCD yang berada di dalam lemari ruang kepala sekolah.
Sedangkan di ruang laboratorium komputer, pelaku menyikat 4 unit komputer. “Jadi kalau mau ditotalkan jumlah komputer yang hilang itu sebanyak 6 unit, ditambah 1 unit Laptop plus LCD. Adapun merek komputer yang diambil pencuri adalah Lenovo, sehingga kalau ditaksir nilainya semua berkisar Rp50 juta,” bebernya.

Kapolsek Cina AKP Erwin Surahman yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan pelaku lebih dari satu orang dan menggunakan mobil dalam beraksi.
“Pelaku diperkirakan lebih dari seorang, mereka masuk ke dalam ruang kepala sekolah dan guru dengan cara mencungkil pintu, dan mengangkut curiannya dengan mobil,” katanya.

Kepala SPKT Polsek Barebbo, Aiptu Mallawing menegaskan, bahwa aksi pencurian itu dilakukan sindikat.
“Dugaan pelaku merupakan sindikat yang beraksi. Karena mereka mampu bertindak cepat serta membawa sejumlah barang-barang,” ungkap Mallawing.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan menemukan adanya sejumlah bukti diantaranya, berupa serpihan kunci dan gembok pintu. “Sidik jari para pelaku juga didapat,” bebernya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Rosalim Hab me-ngaku prihatin dengan apa yang menimpa ketiga sekolah tersebut. Atas kejadian itu, ia mengimbau agar kepala sekolah waspada karena tidak menutup kemungkinan akan ada sekolah lain yang menjadi sasaran selanjutnya. “Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua sekolah, dengan cara memperketat pengamanan di sekolah,” imbuhnya.

RADAR BONE

loading...
Click to comment
To Top